alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Dalam Tiga Minggu Warga Positif Covid-19 di Bukittinggi 31 Kasus, 2 Meninggal

Bukittinggi, KABA12.com — Sejak akhir Juli lalu, hingga 24 Agustus 2020 ini, tercatat sebanyak 31 kasus warga Bukittinggi terpapar covid-19. Data itu setelah adanya penambahan kasus yang signifikan dalam tiga hari terakhir.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, penyebaran covid-19 di Bukittinggi belum selesai. Bahkan, sejak tiga minggu terakhir, tercatat ada 31 kasus warga positif covid-19.

“Ada 5 dokter, sejumlah pegawai rumah sakit, 6 tenaga pendidik, masyarakat sipil, bahkan 2 diantaranya meninggal dunia, warga Tarok Dipo yang dikebumikan di Batusangkar dan juga warga Birugo Bungo yang meninggal ketila dirujuk ke M. Djamil Padang. Ini yang kita khawatirkan. Banyak yang tidak percaya, banyak yang anggap remeh,” ujar Ramlan.

Baca Juga:  Update Kasus Covid-19 Dinamis, Hari Ini 14 Positif 29 Sembuh 2 Meninggal

Wako mengimbau agar warga tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan dan terapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa hari terakhir, banyak kasus positif covid-19 muncul di Bukittinggi.

“Hari ini tim lakukan tracking besar-besaran. Kita tidak hambat aktifitas warga, karena akan bersampak pada perekonomian. Tapi tolong kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengantisipasi penyebaran covid-19. Pastikan keluar rumah sehat, pulang ke rumah juga dalam keadaan sehat,” ujar Ramlan.

Baca Juga:  Hari Otonomi Daerah Momentum Evaluasi Kinerja

Wako juga menjelaskan, bahwa sekolah tatap muka masih diundur, karena akan bertentangan dengan SK 4 Menteri.

“Jika ini kami langgar dan paksakan izin untuk sekolah tatap muka, akan berbahaya bagi pelajar. Karena anak-anak sangat rentan terkena covid-19. Sekarang ada guru yang kena, jika dibiarkan bisa anak-anak yang kena. Ini yang kita antisipasi,” ungkap Wako.

Baca Juga:  Pemko Bukittinggi Apresiasi Ranperda Inisiatif Pengelolaan Dana Bergulir

Pemko dalam waktu dekat juga berencana akan lakukan test swab kepada ASN di lingkunhan Pemko Bukittinggi, sebagai langkah antisipasi, karena memang di beberapa daerah lain, sudah banyak pegawai yang terkena covid-19.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top