alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Tinjau Pelaksanaan Qurban, Wako Minta Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan

Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, mengunjungi dan menyaksikan langsung prosesi ibadah qurban ke beberapa Masjid dan Mushalla serta tempat – tempat penyemblihan hewan qurban di Kota Bukittinggi sebagai rangkaian prosesi perayaan Idul Adha 1441 Hijriah, Sabtu (01/08).

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Wako, dalam rangka meninjau proses penyemblihan hewan qurban di Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan, pada tahun ini terjadi penurunan jumlah hewan qurban di Bukittinggi dimana tahun ini jumlah hewan qurban tercatat sebanyak 843 ekor sapi dan 23 ekor kambing.

“Dari segi jumlah terjadi penurunan dari tahun lalu tetapi tidak terlalu signifikan dan yang menggembirakan saya selaku Wali Kota, dimasa pandemi Covid-19 ini masih banyak masyarakat yang mampu dan ikhlas untuk melakukan penyemblihan hewan qurban, karena memang ibadah qurban ini syarat dengan makna dan hikmah yang sangat terpuji untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Prediksi kita bisa saja terjadi penurunan hingga 20-40 persen dari tahun lalu, ternyata hanya 10 persen turunnya,” ujar Ramlan.

Wako mengatakan dimana sampai saat ini penyebaran Covid-19 belum berakhir dan juga belum diketahui kapan akan berakhir. Namun kondisi ini tidak boleh menyurutkan langkah dan semangat spriritual umat muslim. Bahkan warga juga harus bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, seperti meningkatkan kesabaran dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Kepada panitia pemotongan hewan qurban, Wako berpesan untuk tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan pemotongan dan pembagian daging hewan qurban.

“Semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan, makin kecil peluang penyebaran virus corona dan sebelum dilakukan penyemblihan hewan qurban, panitia qurban harus melakukan pengecekan kelayakan hewan qurban melalui pemeriksaan dokter hewan terlebih dahulu agar diketahui kondisi hewan benar – benar sehat dan dagingnya layak di konsumsi dan dalam pembagian daging kurban nantinya hendaknya adil dan merata disalurkan dengan baik sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top