alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Dispertan Data 825 Hewan Qurban di Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi terus mempersiapkan berbagai upaya untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha 1441 H dan juga pelaksanaan qurban dalam masa pandemi covid-19.

Salah satunya terkait pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban yang sampai Rabu (29/07) ini terdata berjumlah 825 ekor sapi.

Ketua PHBI Kota Bukittinggi, Khamidir, bersama Kasi Penmad Kemenag Bukittinggi, Gazali, selaku perwakilan dari PHBI Bukittinggi, menjelaskan, pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 H disepakati di Lapangan Wirabraja Bukittinggi.

Hal ini telah dikoordinasikan dengan instansi terkait agar pelaksanaan shalat Idul Adha berjalan lancar.

“Kita tetap jalankan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Untuk itu akan ada pengaturan shaff, akan dijarakkan dengan membentangkan tikar memanjang ke belakang. InsyaAllah Khatib Shalat Idul Adha di Bukittinggi, Ustadz Abu Bakar Syarif dan Imam Ustadz Ali Imran. Shalat Idul Adha di lapangan Wirabraja akan dimulai pukul 07.00 WIB,” jelasnya.

Kabid PPKH Dispertan, Abdul Halim, menyampaikan, jumlah hewan qurban tahun 2020 ini, 825 ekor sapi dan 36 kambing, diperkirakan akan penambahan dalam beberapa hari kedepan.

“Tahun lalu jumlah hewan qurban 1035 ekor sapi. Tahun ini terjadi penurunan, namun tidak terlalu signifikan.
Jumlah hewan qurban yang terdata sampai Rabu (29/07) ini, sebanyak 825 ekor sapi dan 36 kambing. Alhamdulillah ini di luar prediksi kami, karena pandemi covid-19 akan terjadi penurunan hingga 20-40 persen, tapi ternyata penurunan hanya mencapai 10 persen,” jelas Abdul Halim.

Sementara itu, Kasi Keswan Dipertan Bukittinggi, drh. Dwi Karmedi, mengimbau, agar panitia qurban mendatangkan hewan qurban satu hari sebelum pelaksanaan penyemblihan. Karena sebelum disemblih, akan diperiksa dulu oleh petugas dari Dispertan.

“Jangan semblih hewan betina produktif. Usia hewan sapi yang boleh diqurbankan 2 tahun atau sudah lepas satu gigi, domba 1 tahun, dan hewan qurban tidak boleh cacat. Setelah penyemblihan, tetap diperiksa kesehatan hewan qurban, baik itu hatinya, paru-paru dan lainnya,” jelasnya.

Ketua MUI Bukittinggi, Aidil Alfin, mengimbau kepada masyarakat peserta serta panitia qurban, untuk dapat mengikuti Fatwa no 36 tahun 2020, tentang pelaksanaan idul adha dan penyembilhan hewan qurban. Selain itu, juga diharapkan untuk dapat mengijuti Fatwa no 37 tahun 2019, tentang pendistribusian daging qurban.

“Pertama diingatkan pada masyarakat dalam shalat Idul Adha nanti, tetap menjalankan protokol covid-19. Kedua, untuk ibadah qurban yang juga harus patuhi protap covid-19. Jangan berkerumun saat pelaksanaan penyemblihan. Terkait pendistribusian daging qurban, juga diutamakan kepada yang benar-benar membutuhkan, agar ibadah qurban kita menjadi ibadah yang baik dan diterima Allah SWT,” ujarnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top