alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

538 Kader KB Bukittinggi Terima Dana Operasional

Bukittinggi, KABA12.com — Ratusan petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kelurahan (PPKBK) dan sub PPKBK serta Kader Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) kota Bukittinggi, menerima dana operasional dari Pemko Bukittinggi melalui DP3APPKB.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Bukittinggi didampingi Ketua TP PKK Bukittinggi, Asisten III Setdako, Kepala DP3APPKB, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (22/07) dan Kamis (23/07).

Kadis DP3APPKB Bukittinggi, melalui Kabid Pengendalian Penduduk Adfinluh, Bedri, menjelaskan, dana operasional yang diserahkan kali ini, merupakan honor para kader untuk periode Mei dan Juni. Secara keseluruhan kader yang menerima honor sebanyak 538 orang.

“Untuk kecamatan MKS terdapat 137 kader, ABTB sebanyak 134 kader dan Guguak Panjang 217 kader. Untuk kader PPKBK menerima Rp 250 ribu per bulan, Sub PPKBK berprestasi menerima Rp 200 ribu per bulan, sub PPKBK lainnya Rp 150 ribu per bulan. Sedangkan kader poktan BKB, BKR dan BKL menerima Rp 50 ribu per bulan,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pendistribusian honor kader atau dana operasional ini dilakukan setiap bulan. Jumlah yang dibayarkan memang belum setara dengan jerih payah para kader dalam mensosialisasikan program pengendalian penduduk dan KB.

“Kami sangat berterima kasih kepada para kader yang tidak melihat dari besaran jumlah honor yang diterima, tapi tetap bekerja maksimal,” ujar Ramlan.

Para kader KB ini memiliki peran penting untuk membangun kota Bukittinggi. Pembangunan yang dilakukan dalam bentuk pembangunan kemasyarakatan, tidak pembangunan fisik. Sehingga pembangunan fisik dan non fisik di Bukittinggi ini, sebenarnya sudah berjalan beriringan.

“Kader sangat berperan dalam membantu pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera dan mandiri. Sehingga para keluarga di Bukittinggi dapat melahirkan anak berkualitas menjadi generasi produktif dan mampu menghadapi bonus demografi 2030. Membangunnya memang tidak terlihat secara fisik, tapi hasilnya akan terlihat belasan tahun yang akan datang,” ungkap Wako.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top