alterntif text

Kaba Terkini

Era Normal Baru, TP PKK Agam Lakukan Monev di Kecamatan Tanjung Raya

Maninjau, kaba12.com — Dalam penerapan tatanan kenormalan baru saat ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam kembali melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke seluruh Kecamatan yang ada di wilayah itu. Senin (13/7), Tim PKK Agam melakukan Monev terkait pelaksanaan 10 program pokok PKK tahun 2020 pasca pandemi Covid-19 di Kecamatan Tanjung Raya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Tanjung Raya itu dihadiri Ketua TP PKK Agam Ny. Vita Indra Catri, Wakil TP PKK Agam Ny. Candra Trinda Farhan, Kepala DPMN Agam Teddy Martha, Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Ketua TP PKK Tanjung Raya Rina Handria Asmi, Walinagari, kader PKK se Tanjung Raya, dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Agam Ny. Vita Indra Catri mengapresiasi Tim PKK Agam karena sudah banyak memperoleh prestasi dan inovasi berkat kerjasama para kader turun ke lapangan.

“Alhamdulillah inovasi diantaranya mendirikan forum komunikasi dasawisma, komunitas peduli kegiatan PKK, turun sebagai Bunda Paud, dan inovasi baru lainnya,” ujar Ny. Vita Indra Catri.

Kemudian, pelaksanaan Monev ini dilakukan berdasarkan surat dari TP PKK Propinsi Sumatera Barat dimana setiap tahun dilakukan pengumpulan laporan evaluasi PKK Kabupaten/Kota se Sumatera Barat. “Insyaallah Desember mendatang akan kita berikan laporannya ke Propinsi,” ulasnya.

Selain itu, edukasi terkait era new normal atau tatanan kehidupan baru sangat dibutuhkan bagi kader- kader PKK yang ada di Kecamatan Tanjung Raya.

Di era normal baru ini segala program PKK diharapkan bisa berjalan namun tetap mengacu kepada protokol kesehatan.

Sementara Wakil TP PKK Agam Ny. Candra Trinda Farhan menambahkan, para kader PKK yang berprestasi saat ini adalah berkat kerjasama dan dukungan kader di segala bidang. Selain itu, selama berkegiatan program PKK para kader dapat mengevaluasi apa yang menjadi kendala di lapangan.

Dikatakan, PKK adalah sebuah organisasi besar dari tingkat pusat hingga ke tingkat jorong yang memiliki aturan, program, dan panduan jelas. Sementara para anggota hanya melaksanakan program dengan para kader hingga ke tingkat Jorong.

“Kemudian, PKK juga manajemen tahapan setiap kegiatan yakni, planning, organizing, actuating, dan controling. Dimana planning adalah sebuah perencanaan dalam pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Kemudian organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan sebuah organisasi,” tambahnya.

Selanjutnya, actuating meliputi perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama antar anggota PKK. Dan controling dimana sebuah pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. 

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top