Kaba Terkini

Ranah Minang Berduka, Syahrul Tarun Yusuf Berpulang

Balingka, Kaba.12com — Tinggalah kampuang..Ranah Balingka…Gunuang Singgalang Nan Manjagoo…
Itu sepenggal lirik lagu karangan Maestro Musik Minang Syahrul Tarun atau akrab dipanggil Satayu, asal Nagari Balingka, kecamatan IV Koto, kabupaten Agam, yang masih sangat hits hingga kini.

Penggalan lirik lagu ini, menjadi sesuatu yang pas menggambarkan suasana duka yang kini menyelimuti kaki Gunung Singgalang, tepatnya di Balingka, IV Koto, saat Mastro Musik Minang yang fenomenal Syahrul Tarun Yusuf, menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Balingka, Senin,(29/6) sekitar pukul 05.45 WIB, Subuh tadi dalam usia 78 tahun.

Kabar duka ini sontak membuat banyak kalangan sontak mengungkap belasungkawa karena kehilangan tokoh panutan dan menjadi pahlawan dalam sejarah musik Minang, dibuktikan hingga kini ini ratusan tokoh terkemuka Sumbar sudah melayat ke rumah duka di Balingka.

Kabar duka itu dibenarkan camat IV Koto Eko Espito di rumah duka saat dihubungi kaba12.com. disebutkan, banyak yang menyatakan ikut belasungkawa atas berpulangnya maestro music Minang yang melegenda itu.

Syahrul Tarun Yusuf lahir di Balingka, kecamatan IV Koto, 12 MAret 1942 dan menghadap yang kuasa, Senin,29 JUni 2020 sekitar pukul 05.45 WIB di kediamannya di Balingka dalam usia 78 tahun.
kaba12.com, yang beberapa kali berdiskusi dengan seniman luar biasa Ranah Minang yang mantan ketua Dewan Kesenian Agam itu, menukilkan sedikit sejarah hidup, yang akrab kami panggil Gaek Tarun itu yang diramu dari berbagai sumber. Nukilannya:
Syahrul Tarun Yusuf yang lahir Balingka, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada 12 Maret 1942 ini menikah dengan Misnani, seorang wanita berdarah Makassar, Sulawesi Selatan. Pernikahan mereka telah dikaruniai tujuh orang anak dan sembilan orang cucu. Dimasa tuanya sekarang, Syahrul Tarun tinggal di kampung halamannya, Balingka, bersama istri, anak dan cucu-cucunya.

Sepanjang hidupnya, sudah lebih dari 300 judul lagu yang tercipta dari imajinasi Syahrul sejak ia mulai berkarya pada tahun 1960-an. Banyak diantaranya yang menjadi hit dan abadi sepanjang masa bagi penggemar musik Minang. Karya-karya Syahrul banyak dibawakan dan membesarkan penyanyi-penyanyi Minang, seperti Hj.Elly Kasim, Tiar Ramon (alm), Yan Bastian, Lily Syarif, Nurseha dan beberapa penyanyi Minang terkenal lainnya.

Bahkan hingga kini, lagu karya-karya Satayu masih sangat akrab ditengah masyarakat dan banyak dinyanyikan masyarakat Lagu-lagu ciptaan Syahrul tidak hanya dinikmati oleh warga Sumatra Barat, tetapi juga digemari oleh oleh publik sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan berbagai negara lainnya.

Sering lagu ciptaannya didaur ulang sampai beberapa kali. Lagu karya Syahrul juga sempat mewarnai film layar lebar yang berjudul Merantau. Bagi warga Sumatra Barat, karya Syahrul Tarun Yusuf adalah bentuk peninggalan budaya Minang modern. Syair lagu-lagu Syahrul sering menjadi sumber tesis bagi para mahasiswa karawitan.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya-karyanya, pada tahun 2009 buku biografi tentang perjalanan hidup Syahrul Tarun Yusuf yang ditulis oleh Muchsis Muchtar St. Bandaro Putiah diluncurkan.
Beberapa lagu terkenal di antara ratusan lagu yang dicipta Syahrul Tarun Yusuf:
• Ampun Mande
• Bapisah Bukannyo Bacarai
• Batu Tagak
• Bika si Mariana
• Bugih Lamo
• Gasiang Tangkurak
• Hujan
• Karam di Lauik Cinto
• Kasiah Tak Sampai
• Minang Maimbau
• Oi Andam Oii
• Ranah Balingka
• Tinggalah Kampuang
Selamat jalan Gaek Syahrul Tarun Yusuf. Syurga menunggumu disana.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top