Bukittinggi

Shalat Id, Jamaah Penuhi Masjid, Antisipasi Covid-19 Dijalankan

Bukittinggi, KABA12.com — Ribuan umat muslim Kota Bukittinggi, tetap menjalankan ibadah shalat Idul Fitri 1441 H. Meskipun tidak ada pelaksanaan shalat Id secara resmi oleh pemko yang biasanya digelar di Lapangan Wirabraja, namun jamaah tetap melaksanakan shalat Id di masjid yang menyelenggarakan shalat Idul Fitri.

Salah satunya, Masjid Jami’ Tarok Bukittinggi yang tetap menggelar shalat Id, Minggu (24/05). Dimana, sejak pukul 07.00 WIB, jamaah berbondong-bondong datang ke rumah Allah, untuk beribadah kepada-Nya dan merayakan hari kemenangan.

Ketua Umum Pengurus Masjid Jami’ Tarok, Guguak Panjang, H. Irman Bahar, menjelaskan, pelaksanaan shalat Id di Masjid Jami’ Tarok, tetap digelar dengan menjalankan protokol pengamanan antisipasi covid-19. Dimana, setiap jemaah yang akan melaksanakan shalat Id di masjid, harus menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, melakukan pengecekan suhu tubuh dan melewati bilik disinfektan.

“Hal ini telah kita sosialisasikan kepada jemaah, dengan membuat spanduk di depan masjid. Pagar kita tutup dan buka sebagian, untuk meletakkan bilik disinfektan. Sehingga setiap jemaah wajib masuk pakai masker dan melewati bilik penyemprotan disinfektan,” jelasnya.

Pengurus masjid juga meminta kepada jemaah untuk cuci tangan dari rumah, saat akan berangkat ke masjid.

“Semoga tidak memberatkan kepada jemaah. Ini dilakukan sebagai langkah kita untuk ikut aktif mencegah penyebaran covid-19, khususnya di lingkungan Masjid Jami’ Tarok Bukittinggi, terutama bagi jemaah yang ingin melaksanakan Shalat Id. Kami dari pengurus mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H, Minal Aidin wal Fa Izin, mohin maaf lahir dan batin,” ujar Irman Bahar yang kini juga duduk sebagai Anggota DPRD Bukittinggi.

Khatib shalat Id di Masjid Jami’ Tarok Guguak Panjang, DR. Busra, M. Ag, Ketua Komisi Fatwa MUi Bukittinggi, menyampaikan, umat Islam harus bersatu. Setiap mukmin bersaudara. Satu sama lain antara umat mukmin itu terikat.

“Tali darah kita tidak akan bisa terputus. Seperti itulah Allah mempersatukan umat mukmin. Sehingga nantinya umat mukmin dapat saling tolong menolong ketika di akhirat nanti. Tolong menilolong mulai dari hidup di dunia, dengan saling mendoakan, saling memberi, agar bersama masuk dalam surga Allah,” ujarnya.

Dengan kebersamaan, tentu umat akan bergembira. Dengan kegembiraan yang hakiki, unmat akan sehat.
“Dengan hidup penuh kebahagiaan yang hakiki bersama saudara yang mukmin, InsyaAllah akan terhindar dari covid-19. Karena dengan bergembira, imun akan meningkat, insyaAllah sehat dan terhindar dari covid-19 yang merebak saat ini,” ungkapnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top