Kaba Terkini

Pemkab.Agam Himbau Warga : Sambut Hari Kemenangan “ Shalat IED di Rumah Saja “

Lubukbasung, kaba12.com — Sambut “hari kemenangan”, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, yang jatuh Minggu, (24/5) lusa, dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III, Bupati Agam mengajak masyarakat untuk tidak melaksanakan Shalat Idul Fitri Berjamaah di masjid dan lapangan, dan mengalihkannya ke rumah masing-masing.

Himbauan untuk tidak melaksanakan shalat IED berjamaah di masjid atau di lapangan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400/246/KESRA/V/2020 Tanggal 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Berjamaah.

Terkait dengan SE Bupati Agam itu, menurut Khasman Zaini, Kabag Protokol-KP Setda Agam yang juga Juru Bicara GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam Kamis (21/5), menyebutkan pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, tanggal 24 Mei 2020, masih masuk dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III,sehingga masyarakat diimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing.

Dijelaskan, bagi masyarakat yang masih ingin melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriah berjamaah, terutama bagi wilayah yang sudah terkendali penyebaran Covid-19,agar mempedomani fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang panduan Kaifiat dan Sholat Idul Fitri saat pandemi Covid-19, maklumat dan taushiyyah MUI Sumbar.

“ Untuk menciptakan rasa aman, Pemerintah Kecamatan, Forkopimca bersama Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan dengan menjaga serta memfasilitasi ketertiban secara maksimal. Mengawasi secara ketat dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19,”jelas Khasman.

Dijelaskan Khasman Zaini, beberapa ketentuan yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang tetap melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah, diantaranya adanya penetapan dari pejabat berwenang bahwa di daerah tersebut tidak sedang mewabah Covid-19.

Kedua, daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar,sehingga tidak memungkinkan terjadi transmisi pembauran antara orang yang sakit sakit dan sehat, ketiga, tidak ada kasus positif Covid-19 di wilayah masjid tersebut.

Keempat, jamaah adalah warga yang dikenal pengurus dan dalam keadaan sehat dengan tetap menggunakan masker,mengukur suhu tubuhnya. Kelima, jemaah membawa sajadah dan mengatur jarak. Keenam, pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, tisu dan air. Ketujuh, khutbah Istiqshad atau disederhanakan,” saat keluar masjid tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumunan,”dibentuk tim khusus yang mengawasi pelaksanaan aturan itu,” jelasnya.

“Ketentuan itu dibuat untuk keselamatan kita semua,menjaga agar pelaksanaan sholat Idul Fitri bisa berjalan aman itu. Kami dari Pemerintahan Kabupaten Agam, mengucapkan Minal Aidil Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin kepada kita semua. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Semoga musibah ini cepat berakhir sesuai harapan kita semua,” ungkap Khasman Zaini.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top