Pariwara Pemkab Agam

Bupati Agam Himbau Warga Jalani Lebaran Penuh Kesederhanaan

Pariwara, KABA12.com — Bupati Agam Dr.H.Indra Catri himbau masyarakat kabupaten Agam untuk menggelar kegiatan selama hari raya Idul Fitri 1441 hijriah dengan penuh kesederhanaan dan keprihatinan. Pasalnya, hal itu akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam upaya membangun kepedulian sosial ditengah darurat penanganan Covid-19 saat ini.

Kesederhanaan ditengah keprihatinan yang ada saat ini, menjadi kekuatan penting yang harus terus dibangun bersama, mengingat kabupaten Agam saat ini, menjadi salah satu daerah penting dalam upaya memutus rantai penyebaaran Covid-19.

Hal itu diharapkan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri disela pemantauan yang dilakukan pihaknya menjelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di beberapa kecamatan di kabupaten Agam.

Pemantauan lapangan yang dilakukan bupati Agam itu didampingi Kadinas Pertanian Agam Arief Restu, kepala Bappeda Agam Welfizar dan beberapa kepala OPD lain, selain untuk memantau aktivitas warga menjelang lebaran, juga memantau kondisi stok pangan di beberapa areal pertanian yang menjadi andalan daerah dalam menghadapi pandemic Covid-19.

Ditegaskan Indra Catri, sejak awal menjabat bupati Agam dua periode lalu, pihaknya sejak awal sudah mencanangkan gerakan kesederhaan dan kepedulian yang sasarannya untuk membangun empati terhadap sesama masyarakat yang membutuhkan bantuan dan dukungan.

Apalagi saat ini, dampak penanganan penyebaran Covid-19 di kabupaten Agam, pemerintah tengah berupaya maksimal dalam membantu ketersediaan pangan masyarakat, karena hal itu menjadi kunci penting dalam mendorong aktivitas masyarakat lebih jauh.

“ Kesederhaan adalah kunci, karena hal itu penting sebagai upaya bersama dalam menghadapi beragam tantangan yang saat ini terjadi, “ ulas Indra Catri.

Diharapkannya, masyarakat kabupaten Agam tetap merayakan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, tetap dengan nurani nan fitri, karena dengan kesederhaan dan keiklhasan menjadi kekuatan penting dalam membangun kebersamaan. HARMEN

Indra Catri Dorong Semua Warga “ Punya Rezeki Lebih-Bantu Warga Yang Susah”

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri dorong semua komponen masyarakat termasuk kalangan perantau yang memiliki rezeki lebih untuk memaksimalkan perhatian dan bantuan untuk masyarakat yang terdampak penanganan Covid-19 di kampung halaman.

Baca Juga:  Agam Peduli, Sekda Pidie : Salut Luar Biasa

Kepedulian dan dukungan perantau menjadi kekuatan penting dalam upaya membangun keselerasan dan kebersamaan yang sejak lama dibangun pemerintah, apalagi saat ini, menjelang hari raya, banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, terutama untuk kebutuhan dapur untuk merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh.

Harapan itu disampaikan Bupati Agam Dr.H.Indra Catri menyikapi kondisi ekonomi masyarakat di banyak tempat, terkait dengan kondisi dampak penanganan penyebaran Covid-19, serta menjelang hari raya Idul Fitri 114 Hijriah ini.

Disebutkan, Pemkab.Agam, sesuai dengan skema bantuan yang sudah disiapkan, sudah melakukan berbagai langkah untuk menjamin ketersediaan pangan dan bahan makanan untuk masyarakat, dengan menyalurkan bantuan bahan pokok untuk masyarakat terdampak.

Bahkan, pihaknya mentargetkan 65 kepala keluarga (KK) di kabupaten Agam harus dapat dilayani bantuan dengan berbagai jenis bantuan yang sudah disiapkan, termasuk dukungan dari para perantau dan pihak ketiga untuk masyarakat terdampak.

“ Kami berharap, bagi warga yang punya kelebihan rezeki dan kelapangan usaha, untuk membantu warga yang terdampak, terutama untuk anak kemenakan, warga di kampung serta komunitas yang digeluti, karena dukungan dan bantuan sangat diharapkan oleh masyarakat yang terdampak langsung akibat penyebaran Covid-19 ini, “ ujar Indra Catri.

Secara khusus, bupati Agam itu juga berterimakasih pada berbagai pihak yang selama masa penanganan pandemic Covid-19 di kabupaten Agam sudah melakukan berbagai langkah, untuk membantu masyarakat yang terdampak, baik yang digalang para pemuda, dukungan para perantau serta alumni sekolah.

“ Hal ini sangat memberi peran dalam upaya bersama memutus rantai penyebaran Covid-19, sekaligus sebagai langkah antisipasi penanganan dampak ekonomi, “ ulas bupati Agam dua periode itu.(*)

Jelang Lebaran-Protokol Covid-19 Berlaku Ketat

Bupati Agam Dr.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah didampingi ketua harian gugus tugas penanganan penyebaran Covid-19 (GTP2 Covid-19) Agam M.Dt.Maruhun dan jurubicara GTP2 Covid-19 Agam Khasman Zaini, ingatkan masyarakat untuk selalu mentaati protokol penanganan Covid-19 dalam menghadapi suasana lebaran mendatang.

Baca Juga:  Tim Suku Maori Terkesan di Agam

Masyarakat diharapkan bisa memakai beragam media komunikasi untuk menjalin komunikasi dengan keluarga, sanak saudara dan masyarakat. Jika harus bersentuhan langsung, jangan lupa jaga jarak aman, gunakan masker dan selalu cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Hal itu disampaikan tiga pimpinan daerah kabupaten Agam itu, terkait dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, sementara aktivitas masyarakat di berbagai wilayah sudah semakin tinggi bahkan di berbagai pasar, masyarakat sudah mulai berbelanja.

Bahkan yang diprihatinkan Bupati Agam, masyarakat masih mengabaikan penerapan protokol Covid-19 karena banyak yang tidak memakai masker bahkan tidak mengatur jarak aman.

Disebutkan bupati, kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan potensi penyebaran virus corona harus lebih ditingkat oleh masyarakat secara personal, karena hal itu menjadi kunci penting dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemic mematikan yang hingga kini masih belum diperoleh obatnya itu.

“ Kami himbau masyarakat, selalu waspada, jaga diri, jaga keluarga dan lingkungan agar terhindar dari pandemic Covid-19. Gunakan selalu masker, jaga jarak aman, itu kunci penting,”tegas Indra Catri.

Sementara ketua harian GTP2 Covid-19 Agam M.Dt.Maruhun menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan berbagai sosialisasi melalui Bidang Humas-Komunikasi GTP2 Covid-19 Agam, terkait dengan langkah-langkah yang harus ditaati masyarakat saat berlebaran.

Termasuk jika ada warga yang tetap melaksanakan ibadah shalat IED berjamaah, harus tetap melaksanakan standar penanganan Covid, menjaga jarak shaff, menyediakan alat cuci tangan di kompelsk masjid dan memakai masker.

“ Seluruh masjid dan kelompok warga yang akan melaksanakan shalat IED berjamaah harus mengajukan surat izin, sehingga pemerintah juga bisa melakukan pengawasan dan pengamanan sesuai protokol Covid-19, “tegas M.Dt.Maruhun lagi.(*)

Baca Juga:  Kabupaten Agam Lebih Maju, Sarana Pelayanan Makin Memadai

Pemkab.Agam Tidak Gelar Shalat IED Berjamaah

Pemkab.Agam untuk tahun ini, tidak menggelar kegiatan shalat IED berjamaah dan meniadakan open house sebagai jamuan silaturrahmi seperti yang biasa dilakukan setiap hari raya Idul Fitri.

Kondisi ini, sesuai dengan keputusan bersama yang dilakukan jajaran terkait Pemkab.Agam bersama unsur Forkopimda Agam usai rapat khusus kemarin.

Bahkan, Pemkab.Agam juga meniadakan kegiatan malam takbiran serta kegiatan seremoni yang berpotensi menghimpun banyak orang sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

Hal itu ditegaskan Khasman Zaini, Kabag.Protokol-Komunikasi Pimpinan Sekab.Agam terkait dengan persiapan jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini.

Dijelaskan, sesuai instruksi pimpinan, menyikapi perkembangan kondisi di lapangan, Pemkab.Agam memutuskan untuk tidak menggelar malam takbiran, shalat IED berjamaah dan open house untuk kediaman resmi pimpinan daerah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“ Hal itu sebagai langkah antisipasi dan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, “jelas Khasman.

Diakuinya, saat ini kondisi di kabupaten Agam saat ini relative stabil, dnegan trend penurunan jumlah warga positif terpapar Covid-19 yang semakin mengecil, bahkan tercatat sudah 15 warga yang dinyatakan sembuh dari total 18 pasien positif Covid-19 di kabupaten Agam.

Walau demikian, tegas Khasman Zaini, pimpinan daerah masih kuatir akan potensi penyebaran virus corona itu ditengah masyarakat, apalagi dalam suasana lebaran, dengan tingginya aktivitas masyarakat termasuk potensi perantau yang pulang kampung, sehingga potensi penyebaran apalagi dengan gelaran kegiatan yang menghimpun orang banyak akan sangat rentan memicu penularan.

“ Kami berharap, masyarakat memahami hal itu, dan kami himbau untuk menggelar shalat IED berjamaah di kediaman masing-masing, “ sebut Khasman Zani.

Sementara jika ada masyarakat yang akan melaksanakan shalat IED berjamaah baik di masjid atau di lapangan, diharapkan bisa mengikuti protokol penanganan Covid-19, dengan mengajukan surat pada lembaga terkait, sehingga bisa diawasi dan dikawal secara khusus. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top