alterntif text

Pariwara Pemko Bukittinggi

HUT ke 101, Damkar Bukittinggi Tingkatkan Kualitas dan Sarpras

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar upacara peringatan HUT Damkar ke 101, di halaman Balaikota, Senin (16/03).

Tidak hanya khusus kota Bukittinggi, upacara HUT damkar ke 101 ini, juga diikuti oleh perwakilan sejumlah tim pemadam kebakaran seluruh Sumatera Barat.

Pemadam Kebakaran lahir sejak tanggal 1 Maret 1919, pada tanggal 1 Maret 2020, pemadam kebakaran telah berusia 101 tahun.

Dimana, setiap personilnya, memegang teguh prinsip, “pantang pulang sebelum padam, walaupun nyawa taruhannya. Tak akan kubiarkan seorang kawan terkapar sendirian dalam kobaran api”.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutan yang dibacakan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan HUT Damkar ke 101 mengandung makna, untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat umum dari pada kepentingan pribadi dan golongan dalam upaya mendukung terwujudnya visi misi pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Tahun ini diangkat tema, peningkatan kapasitas sumber daya pemadam kebakaran dan penyelamatan yang unggul, guna terwujudnya perlindungan masyarakat menuju Indonesia maju. Tema ini mengandung semangat untuk membentuk pemadam kebakaran sebagai perangkat daerah yang profesional, moder dan terlatih,” jelasnya.

Mendagri selaku pembina, berharap, korps ini akan lebih kuat, kuat dari sisi kelembagaan, kuat dari sisi kompetensi, kuat dari sisi regulasi, kuantitas dan kualitas SDM juga. Korps kebakaran dan penyelamatan di Indonesia ini betul-betul dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu, salah satu kiatnya adalah mengedepankan fungsi penyelamatan, tidak hanya memadamkan kebakaran.

“Menjadi pemadam bukanlah cita cita, melainkan panggilan jiwa. Tidak ada pemadam kebakaran yang hebat, yang ada pemadam kebakaran yang terlatih,” tegas Tito.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebutkan, Bukittinggi terus fokus dalam hal menyiapkan sarana prasarana pemadam kebakaran. Karena hal tersebut dinilai menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan.

“Tahun ini Bukittinggi membeli mobil pemadam yang memiliki tangga khusus seharga Rp 2 milyar. Sarana ini dibutuhkan untuk melakukan pemadaman,” ungkap Ramlan.

Wako juga berharap, pemadaman kebakaran tidak hanya bertugas untuk memadamkan kebakaran. Tapi banyak juga kegiatan sosial yang dilaksanakan.

“Ini sudah dilaksanakan seperti, membersihkan masjid dan goro bersama warga. Tentunya kegiatan ini dapat ditingkatkan di masa yang akan datang,” ujar Wako.

Pemadam kebakaran tidak hanya fokus pada tugas wajib memadamkan kebakaran. Tapi juga banyak kegiatan kemasyarakatan lain.

“Intinya, bagaimana tim damkar lebih dekat dengan masyarakat. Karena selama ini tugas damkar bisa dibilang tidak tampak. Tidak ada kebakaran tidak kerja, image ini yang harus dirubah. Bukittinggi selama ini sudah lama laksanakan kegiatan positif lainnya oleh damkar,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top