Kaba Tausyiah

Cara Menggapai Ridho Allah

Ridha berasal dari bahasa arab yang secara etimologi terbentuk dari kata-kata rhadiya-yardhaa,  yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia, yang biasa kita padankan dengan kata ikhlas atau puas menerima ataupun telah merestui sesuatu bagaimanapun keadaannya. Di antara asma’ul husna (nama-nama Allah yang indah) kita mengenal, Ar-Ridhwan, yang artinya, yang Maha Meridhai.

Ridha Allah adalah kunci serta penghias surga. Ketika surga bisa di raih itulah kemenangan yang Agung karena untuk mendapatkan keridhaan Allah itu memerlukan perjuangan yang panjang melawan dorongan-dorongan yang buruk harus di kalahkan.

Ini cara untuk mendapatkan ridha Allah:

Jagalah dan rawat kesucian Aqidah/tauhid/keimanan

Di dalam sholat kita sering mengulang-ngulang surat Al Fatihah, salahsatunya ayat kelima yang berbunyi: ” Iyyaakana’budu wa iyyaakasta’iin.”

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Itu adalah janji kita kepada Allah, Allah itu ridha kepada orang-orang yang hanya menghamba kepada-NYA. Dalam kehidupan pasti setiap orang mempunyai masalah baik kelebihan ataupun kondisi kekurangan. Maka orang-orang yang senantiasa menjaga aqidahnya pasti akan mengadukan semua itu hanya kepada Allah tidak kepada selain-NYA.

Menjadi penolong agama Allah. Dengan mempelajari Al Qur’an, menyeru manusia kejalan kabaikan itu adalah contoh diantaranya menolong agama Allah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam beramal

Didalam QS. Al Bayyinah: 5 disebutkan bahwa

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Kita harus ikhlas dalam mena’ati perintah Allah dengan menjalankan perintah-perintah Allah, seperti : melaksanakan sholat, menunaikan zakat serta jalan yang lurus artinya jauh dari kesyirikkan dan kesesatan.

Dalam kehidupan keseharian kita, sebagai orang tua wajib mendidik keluarga dengan sungguh-sungguh dengan cara yang terbaik. Dan ini merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.

Kendalikan hawa nafsu

Dalam diri manusia ada dua dorongan nafsu yang saling tarik menarik dari awal hidup sampai dengan kita mati. Yaitu dorongan nafsu baik dan nafsu buruk. Jika kita ingin mendapatkan ridha Allah, maka kita harus berjuang untuk mengendalikan nafsu buruk yang telah melekat pada diri kita.

(QS.  An- Naz’iat: 40-41).

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

(Sumber: percikaniman.org)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top