Kaba Terkini

Mengurangi KJA, Solusi Atasi Pencemaran Air Danau Maninjau

Lubukbasung, KABA12.com — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Siti Aisyah menyebut mengurangi jumlah KJA merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pencemaran air Danau Maninjau. Namun, harus ada solusi, alternatif sumber ekonomi bagi masyarakat setelah beralih dari KJA itu.

Hal itu diungkapkan saat mengikuti rapat koordinasi terkait penyelamatan Danau Maninjau dengan sejumlah perwakilan kementerian, Pemerintah Provinsi Sumbar, dan Pemkab Agam.

Baca Juga:  Pipa Bocor, PDAM Tirta Antokan Turunkan Tim Tekhnis

Menurutnya, sumber ekonomi baru itu yang menjadi salah satu prioritas diantaranya memberikan pendampingan untuk peternakan ikan lele bioflok, peternakan belut, kambing hingga unggas. “Program ini bukan hanya dari sektor lingkungan hidup, tetapi lintas sektoral,” katanya.

Baca Juga:  Tingkat Kesembuhan Dari Covid-19 di Bukittinggi Capai 90,3 Persen

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria mengatakan program bantuan dari pusat untuk penyelamatan Danau Maninjau sejauh ini sudah cukup banyak.

Bantuan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, namun kadang peruntukannya kurang tepat, bukan pada petani Keramba Jaring Apung (KJA) yang seharusnya menjadi prioritas.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Agam Amankan Pengedar Narkoba

Ia berharap ke depan, program itu benar-benar bisa menyentuh petani keramba agar secara beransur-ansur bisa diajak untuk meninggalkan KJA dan beralih pada sumber ekonomi lain.

Kondisi Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumbar sudah sangat memprihatinkan karena tercemar oleh sendimen sisa pakan ternak dari sekitar 17 ribu KJA.

(Virgo/)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top