Galetek

Menjual Wisata Agam nan Beragam

Catatan : Harmen

Moment digelarnya rapat koordinasi kepariwisataan Sumatera Barat yang dipusatkan di Lubukbasung, kabupaten Agam menjadi ide cemerlang ditengah moment #ayo ke Agam yang digadang-gadang sebagai tahun kunjungan wisata kabupaten Agam, tahun ini.

Tidak hanya akan menjadi bagian dari promosi keunggulan ragam destinasi yang dimiliki, tapi juga akan menjadi ajang penting untuk memperlihatkan sosok kabupaten Agam yang sesungguhnya pada para stakeholder kepariwisataan dari berbagai daerah di Sumbar.

Apalagi, yang menjadi agenda bahasan justru strategi promosi wisata berbasi IT dengan mengedepankan potensi wisata geopark, dan wisata halal yang notabone-nya menjadi bagian dari program pengembangan wisata secara nasional.

Hal-hal seperti ini baru menjual. Dalam artian, kabupaten Agam sebagai daerah yang kaya akan potensi alam, penggiring potensi wisata, ditengah keterpurukan potensi luar biasa yang dimiliki danau Maninjau, sudah ada langkah maju dengan menyarikan ragam potensi yang tak kalah luar biasanya dibanding daerah lain di Indonesia.

Pola-pola seperti ini sebetulnya yang menjadi harap sejak lama dari daerah ini. Upaya mempromosikan potensi daerah, dengan mengusung langsung event atau moment yang bisa dinikmati para pengunjung, bahkan bisa tersari langsung dengan penjelasan resmi, detail potensi serta segala keunikan yang dimiliki bisa terjawab lugas.

Dan bagi kabupaten Agam, strategis seperti ini, sebagai langkah awal program#ayo ke Agam sudah dirilis dengan baik. Tinggal bagaimana pola dan strategi yang akan dimainkan bersama, untuk mengoptimalkan pengenalan, upaya menjual potensi wisata, termasuk menghadirkan para pengunjung dengan event yang punya daya tarik untuk membangun “kecanduan” para wisatawan untuk tak puas berkunjung ke destinasi yang ada di kabupaten Agam, hanya dalam kurun 2 atau 3 kali saja. Harus sering-sering.

Strategi lain, tentu dengan mulai mengetengahkan berbagai program, ide dan event yang mestinya sudah harus dimulai di bulan Februari ini, dengan tema #ayo ke Agam, mestinya sudah harus dimulai serangkaian kegiatan akbar yang menghadirkan banyak orang, banyak pengunjung bahkan wisatawan asing dengan pola-pola humanis, etnik dan unik sebagai rasa asam dan garam penikmat potensi wisata yang ada.

Namun setidaknya, kabupaten Agam dan para penanggungjawab kepariwisataan di daerah ini sudah sukses menjawab keinginan pimpinan daerah ini. Ada tahapan dan langkah konkrit yang bisa dijalankan dengan terarah dan jelas. Setidaknya, upaya pemberdayaan potensi SDM yang ada sudah dilakukan dengan baik. Setidaknya untuk memupus opini sproduser mengambil peran presenter untuk menjualn potensi wisata kabupaten Agam yang luar biasa. Semoga

(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top