alterntif text

Kaba DPRD Bukittinggi

BPJ Rapat Kerja Susun AD-ART Sebagai Tonggak Sejarah

Bukittinggi, KABA12.com — Anggota Bukittinggi Parlemen Jurnalis (BPJ) laksanakan rapat kerja untuk membahas pemantapan AD-ART dari organisasi itu. Rapart kerja juga dihadiri langsung pembina BPJ, di ruang rapat komisi III DPRD Bukittinggi, Jumat (07/02).

Ketua BPJ, Y.A. Fadil, menjelaskan, rapat kerja kali ini memang dilakukan untuk membahas AD-ART yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga seluruh anggita BPJ dapat mengetahui aturan yang diterapak dalam organisasi ini dan akan diperkuat nantinya melalui Peraturan Organisasi (PO).

“AD-ART ini telah kami susun sebelumnya. Untuk pemantapannya, kita bahas dengan seluruh anggota dan Alhamdulillah juga dihadiri pembina. Dengan pembahasan ini, nantinya ditetapkan AD-ART yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota. Turunanya kita juga akan bikin PO nya agar organisasi ini berjalan baik, teratur dan disiplin. Bukan organisasi abal-abal,” tegasnya.

Dalam rapat kerja ini, juga dibahas serangkaian rencana kerja untuk peringatan satu tahun BPJ pada 5 Maret 2020 mendatang.

“Selain itu, sebagai salah satu organisasi yang bermitra dengan DPRD dan pemerintah daerah, BPJ juga akan susun kegiatan yang tentunya akan dapat mendukung program pembangunan pemerintah, tapi tetap bekerja sesuai kode etik jurnalistik sebagai landasan kerja harian,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bukittinggi, Maderizal, selaku salah satu pembina BPJ menegaskan, agar organisasi ini dapat bekerja semaksimal mungkin. Dengan adanya rapat kerja pembahasan AD-ART tentu akan menjadi landasan dalam melaksanakan kegiatan nantinya.

“Ini akan tercatat sebagai tonggak sejarah berdirinya organisasi wartawan parlemen di Bukittinggi. Meskipun markasnya di parlemen, tapi ruang lingkupnya luas, tidak hanya membantu sosialisasi kegiatan kedewanan saja namun juga membantu sosialisasi kegiatan pemerintahan secara keseluruhan,” ujarnya.

Maderizal juga berpesan, agar seluruh anggota BPJ nantinya dapat mematuhi aturan yang disusun dalam AD-ART ini.

“Prinsip kerja idealis dan realistis harus tetap dikedepankan. Kedepankan fungsi sosial kontrol sesuai tugas sebagai seorang jurnalis. Berikan masukan yang membangun untuk kelancaran roda pemerintahan serta kesejahteraan masyarakat kota Bukittinggi,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top