Kaba Otomotif

4 Chassis Bus Tronton Asal Eropa Jadi Tren di Indonesia

Foto: Instagram @Chilee_93

Pembangunan infrastruktur jalan tol yang gencar dilakukan pemerintah memberi keuntungan bagi pengguna moda transportasi umum. Hal itu Perusahaan otobus (PO) mulai mengoperasikan bus triple axle yang dikenal sebagai bus tronton.

Bus seperti ini masuk ke dalam kelas premium, yang sekarang ini didominasi merek-merek asal Eropa. Tercatat, ada empat merek yang merilis bus tronton yakni Mercedes-Benz, Scania, MAN, dan yang terbaru yaitu Volvo.

Bus dengan tiga sumbu roda ini ada yang dioperasikan sebagai bus kota dalam jaringan Trans Jakarta. Ada juga yang digunakan untuk bus antar kota antar propinsi, bahkan juga digunakan sebagai angkutan pariwisata.

Untuk bus antar kota, perusahaan otobus memesan bodi ke karoseri sebagai bus single deck dan bus double deck atau bus tingkat. Soal harga bus ini jangan disepelekan, sasisnya saja sudah di atas Rp 1,5 miliar.

Berikut 4 merek chassis bus tronton asal Eropa:

1. Scania K410iB

Pabrikan berlogo burung Griffin ini menyiapkan K410iB sebagai produk bus premium mereka di Indonesia. Scania K410iB memiliki daya tampung antara 36 sampai 62 penumpang.

Sasis bus ini didukung teknologi suspensi udara dengan fitur rollover protection guna mengurangi risiko kendaraan terguling. Begitu nyamannya, K410iB dianggap setara sedan.

Di Indonesia, Scania K410iB ini didatangkan oleh PT United Tractors sebagai distributor dan agen pemegang merek. Harga untuk satu unit sasis mencapai Rp 1,75 miliar off the road. Harga itu sudah termasuk space frame dan pengiriman ke karoseri.

Scania K410iB dibekali mesin 13 liter 6-cylinder in-line, 4 valve turbo charged, intercooled. Mesin raksasa ini menghasilkan tenaga 410 HP pada 1.900 rpm dan torsi 2000 Nm pada 1000 – 1350 rpm.

2. Mercedes-Benz OC 500 RF 2542

Rival berat Scania dalam sasis triple axle datang dari Mercedes-Benz. Pabrikan asal Jerman itu memasarkan OC 500 RF 2542 untuk pengguna transportasi umum di Indonesia. Mercedes-Benz sebagaimana biasa menyuguhkan kokpit yang ergonomis dan minim ribet.

Serupa dengan fitur yang terdapat pada Scania K410iB, Mercedes-Benz OC 500 RF setirnya didukung fitur tilt dan telescopic. Sehingga memberi kenyamanan pengemudi soal sudut kemiringan setir yang ideal dengan postur tubuh mereka.

Tidak kalah nyaman, OC 500 RF 2542 memakai sistem suspensi udara 2 balon di as depan dan 4 balon udara di masing-masing gandar belakang.

Sesuai dengan namanya, 2542 memiliki kemampuan gross weight vehicle atau berat total keseluruhan kendaraan mencapai 25 ton dengan output mesin sekitar 420 PS. Mercedes-Benz Distribution Indonesia menawarkan sasis bus ini seharga Rp 1,598,432,000.00 (23 Mei 2017) sesuai data di LKPP.

Mesin yang digunakan bus seri OH (Omnibus Hinterdeck) alias bus bermesin belakang ini OM457 LA Euro3 11.967 cc. SSementara itu, perpindahan gigi memakai transmisi otomatis ZF Ecolife 6AP 2000B/3.36-06.2.

3. MAN R37

Merek lainnya yang ikut memasarkan bus triple axle yaitu MAN dengan produk MAN R37. Merek asal Jerman ini memang tidak begitu banyak merilis sasis untuk bus di Indonesia. Populasi bus tronton MAN memang cukup langka, dan hanya digunakan untuk bus tingkat wisata di Jakarta.

Bus tingkat triple axle bermerek MAN ini didatangkan oleh PT Duta Putra Sumatera (DPS) sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk. MAN R37 mengusung mesin D2676 Common-rail 12.419 cc dengan output 466 PS @1900 RPM dan torsi 2100Nm @1000-1400 RPM.

4. Volvo B11R

Merek asal Swedia ini menandai comebackke segmen angkutan umum Indonesia dengan membawa B11R. Bus dengan triple axle ini sudah terpesan 100 unit oleh PT Steady Safe Tbk sebagai salah satu operator Trans Jakarta.

Volvo B11R dibekali mesin enam silinder 10.837 cc turbodiesel dengan output 370 HP dan torsi maksimum 1770 Nm. Mesin yang digunakan pada B11R serupa dengan yang digunakan Volvo Truck FMX 370. Soal kenyamanan, bus ini memakai suspensi udara yang dikontrol secara elektronik dengan Electronically Controlled Suspension (ECS). Itulah 4 chassis bus tronton asal Eropa yang sedang tren bagi perusahaan otobus di Indonesia. (*).-

(Sumber: Carmudi.co.id)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top