Pariwara Pemkab Agam

Pengembangan Pasar Target Penting Pemkab Agam

Pariwara, KABA12.com — Visi misi Agam mandiri yang madani, yang dijabarkan dengan program Agam menyemai, bahkan tahun 2020 ini, sudah diarahkan untuk program kunjungan ke kabupaten Agam dengan tagar #ayo ke Agam, menjadi tahapan penting yang sudah dirancang sejak lama oleh Bupati Agam Dr.H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah.

Program Agam menyemai, yang mendorong masyarakat untuk peduli akan kehidupan sendiri, memanfaatkan lahan, memanfaatkan lahan untuk sumber gizi keluarga dan menjadi sumber mata pencarian, sudah teraplikasi dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Seluruhnya, sampai akhir tahun 2019 lalu, sudah terjawab dengan lugas, dimana masyarakat kabupaten Agam, sudah dengan bangga memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki, untuk kebutuhan harian bahkan sebagai sumber ekonomi, sesuai bait lagu ciptaan Indra Catri, “ nan dilaman untuk dimakan, nan parak baok ka pakan,”.

Dan untuk menampung,” nan parak baok ka pakan “ itu, bupati Agam sejak beberapa tahun terakhir justru gencar membangun pusat kegiatan ekonomi masyarakat, yakni pasar-pasar tradisional menjadi pasar-pasar yang representative dan megah.

Setiap tahun, Pemkab Agam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan pasar-pasar nagari, pasar serikat dan pasar tradisional, dengan konstruksi bangunan megah yang multi fungsi, tidak hanya untuk kegiatan pasar, tapi juga untuk kegiatan masyarakat lainnya.(*)

Bangun Pasar Modren, Dongkrak Ekonomi Warga

Pembangunan seluruh pasar yang ada di kabupaten Agam, sejak masa pemerintahan bupati Agam Indra Catri sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saat ini, masyarakat sudah bisa bertransaksi di pasar yang layak, memadai bahkan modern.

Berbagai nagari dan kecamatan yang secara bertahap dibangun sarana ekonomi tersebut, secara otomatis terdongkrak kegiatan masyarakat di pasar-pasar tersebut. Karena dengan sarana yang memadai, masyarakat akan semakin nyaman dalam bertransaksi.

“ Itu target kita, dengan semakin banyaknya potensi ekonomi yang bisa dijual masyarakat ke pasar, dan ditampung di kompleks pasar yang nyaman dan memadai, akan berdampak positif dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, “ sebut Dr.Indra Catri.

Bupati Agam yang sudah dua periode menjabat itu, targetnya menjelang habis masa jabatan keduanya, pasar-pasar utama yang ada di kecamatan dan nagari, sudah bisa dibenahi, dan dibangun dengan fasilitas yang lebih memadai.

“ Arahnya, sesuai target Pemkab.Agam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan ekonomi, pemerintah menyediakan sarana yang lebih memadai, sehingga aktivitas ekonomi bisa terlaksana dengan baik dan nyaman, “ sebutnya.

Bahkan, Indra Catri meyakinkan, apa yang dilakukannya, justru memenuhi visi misi selaku bupati Agam, yakni Agam madani, berprestasi dan mandiri. Seluruh aspek bisa terjawab lugas, jika kekuatan ekonomi masyarakat sudah bergerak dengan baik, sarana ekonomi sudah memadai, didorong dengan program Agam menyemai, yang menjadi sumber pendapatan keluarga yang bisa dijual ke pasar-pasar yang sudah dibangun dengan baik oleh pemerintah.(*)

2020 Tiga Pasar Tradisional Direnovasi

Direncanakan tahun 2020 ini, Pemkab.Agam akan membangun 3 pasar tradisional di berbagai wilayah kabupaten Agam. Salah satunya, pasar Padang Baru, Lubukbasung yang berada persis di jantung kota Lubukbasung.

Disperindagkop-UMKM Agam, sudah mengalokasikan anggaran Rp 3,7 miliar lebih merenovasi tiga unit pasar tradisional tersebut, masing-masing Pasar Padang Baru, Lubukbasung, Pasar Koto Tinggi, Baso, Pasar Balai Panjang,Sungai Pua.

Menurut Riza Oktafiendi, Kabid.Pasar Diskoperindagkop.UMKM Agam, tahun 2020 sudah disiapkan anggaran yang berasal dari DAK sebesar Rp3,3 miliar lebih dan APBD Rp 405 juta, masing-masing untuk pembenahan Pasar Padang Baru, Lubukbasung dengan anggaran Rp.3,3 miliar lebih, Pasar Koto Tinggi, Kecamatan Baso dengan anggaran Rp.225 juta dan Pasar Balai Panjang, Kecamatan Sungai Pua dengan anggaran Rp.180 juta.

Ditambahkan Riza, direncanakan, bulan Maret 2020 mendatang, ketiga pasar ini sudah mulai mengikuti proses pelelangan dan bisa dikerjakan segera, sehingga bisa tuntas sesuai jadual yang ditetapkan dengan masa kontrak kerja 4 bulan.

Renovasi pasar merupakan program tahunan Disperindagkop-UMKM Agam tersebut, tahun 2019 lalu, merenovasi 5 pasar yaitu masing-masing Pasar Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Pasar Serikat Pakan Selasa, Kecamatan IV Koto, Pasar Balai Selasa Kecamatan Lubuk Basung, Pasar Kayu Pasak Kecamatan Palembayan dan Pasar Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, yang sudah dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas ekonomi.(*)

3 Tahun Terakhir, Income Perkapita Agam Naik

Dalam tiga tahun terakhir, income per kapita masyarakat kabupaten Agam, naik cukup signifikan. Berdasarkan metode penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, pendapatan per kapita pada 2015 Rp.31,97 juta,tahun 2018 meningkat signifikan menjadi Rp.39,97 juta atau naik sebesar 25 persen lebih.

Kepala Bappeda Agam, Welfizar didampingi menjelaskan, peningkatan itu menunjukan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk, karena seiring dengan naiknya pendapatan per kapita, tingkat kemiskinan dalam kurun waktu 2015-2018 pun menurun dari 7,58 persen menjadi 6,76 persen,”artinya, naiknya pendapatan perkapita ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tahun ke tahun, “ jelasnya.

Ditinjau dari sisi pengeluaran selama periode tersebut, sebagian besar PDRB per kapita penduduk Agam atau 54 persen digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Artinya lebih dari setengah dari PDRB digunakan untuk konsumsi pangan atau propensity to consume.

Disisi lain, tingkat ketergantungan pangan yang tinggi ini menyebabkan pola perekonomian masyarakat Agam cenderung bersifat consumption driven economy. Kondisi ini selayaknya dimaknai secara positif, dengan artian jika masyarakat berhenti belanja maka perekonomian berpotensi besar akan collaps.

Hal itu, ulas Welfizar, dalam jangka panjang, kebiasaan ini secara bertahap digeser ke arah perekonomian yang didorong oleh peningkatan produksi dari masyarakat (production driven economy.

Welfizar menyebutkan, di kabupaten Agam, transformasi pola perekonomian ini dijabarkan melalui gerakan Agam Menyemai, “ nan di laman untuak dimakan, nan di parak baok ka pakan” sukses mendorong peningkatan produktivitas masyarakat, dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk ditanami komoditi pertanian atau perkebunan dan lainnya.

Inovasi cerdas Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri,melalui program Agam Menyamai,berdampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berdampak luas secara sosial dalam aktivitas harian masyarakat, dan hal itu diakui pemerintah pusat dengan, diberikannya penghargaan Innovative Government Award (IGA)oleh Menteri Dalam Negeri tahun 2013, sebagai wujud sukses pemerintah kabupaten Agam dibawah Bupati Indra Catri.(*).-

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top