alterntif text

Pariwara DPRD Bukittinggi

Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-235

Bukittinggi, kaba12.com — Dalam rangka Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 235, DPRD Bukittinggi menggelar rapat paripurna istimewa. Rapat tersebut dilaksanakan di Balai Sidang Hatta, Minggu (22/12).

Rapat paripurna istimewa ini, dihadiri Walikota, Wakil Walikota, unsur Forkopimda Bukittinggi, Anggota DPD RI, Anggota DPRD Sumbar, unsur Forkopimda Sumbar, Pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi. Selain itu, juga hadir mantan Walikota, Drs. H. Djufri dan Rusdi Lubis, sejumlah kepala daerah dan perwakilan dari kabupaten kota lain, seperti Wakil Bupati Kabupaten Agam dan perwakilan pemko Bogor, Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat dan ribuan tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, saat membuka rapat paripurna istimewa dalam ranga Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 235 ini, menyampaikan, pimpinan dan anggota DPRD Bukittinggi, mengucapkan selamat hari jadi kota Bukittinggi ke 235.

Ditambahkan, pilihan Niniak Mamak sangat tepat untuk menjadikan salah satu bukit di daerah ini menjadi Bukittinggi.

“Kota ini pusat utama pemerintahan. Pada masa perjuangan RI, Bukittinggi pernah menajdi Ibukota RI setelah Jogja. Untuk itu, kita masyarakat patut berbangga atas perjuangan pemimpin di masa lalu,” ujar Herman Sofyan.

HJK ke 235 tahun, harus dimaknai dengan koreksi, introspeksi dan evaluasi. Apa yang dilihat Bukittinggi hari ini, merupakan upaya maksimal pemko bersama DPRD Bukittinggi.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan tanpa pemerintahan yang kuat. Penghargaan di berbagai bidang, menjadi bukti kerja nyata dsari pemerintah. Namun demikian, penghargaan itu, pada hakekatnya, milik masyarakat Bukittinggi,” ungkapnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, menambahkan, meski telah banyak prestasi dan hasil kerja nyata, pemko diharapkan tidak terlena. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, salah satunya menata pedagang untuk berjualan di Pasa Ateh serta mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang aman, nyaman, damai dan sejahtera serta agamais.

“Mari kita bingkai catatan hari ini dan dengan pekerjaan yang produktif. Kita desain sebuah formula untuk masa depan berlandaskan realita dan dinamika kekinian,” ungkapnya.

Heman Sofyan, memaparkan, dalam fungsi legislasi, DPRD Bukittinggi bersama pemko telah melakukan pembahasan terhadap perubahan perda RTRW – RPJMD 2016-2021dan ranperda yang lain yang dibutuhkan di Bukittinggi.

“Sejak dilantik 7 Agustus 2019 lalu, regulasi penting telah disusun. Diantaranya, kesepakatan program pembentukan peraturan daerah tahun 2020 serta ranperda APBD 2020. Keduanya merupakan pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan pada tahun 2020 mendatang,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman, dalam kesempatan itu, membacakan kronologis penetapan hari jadi kota Bukittinggi. Dimana, dalam menentukan hari jadi kota itu, dilakukan berbagai pembahasan yang mengandung nilai Integratif, Inspiratif, aspiratif, patriotisme dan nasionalisme.

“Sehingga dari pembahasan tersebut, diputuskan oleh DPRD Bukittinggi melalui SK nomor 10/SK-11/DPRD/1988 tanggal 15 Desember 1988, bahwa DPRD menyetujui tanggal 22 Desember 1784 sebagai hari lahir kota Bukittinggi,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Bukittinggi, Syahrizal, DT. Palang Gagah, mengapresiasi kinerja pemko dan DPRD Bukittinggi selama satu tahun terakhir. Dimana, banyak perubahan sebagai bukti kerja nyata pemerintahan saat ini.

“Hari ini, 22 Desmeber 2019, Bukittinggi genap berusia 235. Bukittinggi telah menjelma menjadi kota kecil yang indah, aman dan nyaman. Hal ini tidak serta merta Bukittinggi bisa dilaksanakan. Ada proses yang sangat panjang. Pemimpin di masa lalu, telah bekerja keras untuk meletakkan landasan pembangunan saat ini. Kami sangat berterima kasih atas pengabdian pemimpin kota Bukittinggi dari dulu hingga saat ini.

ini, Bukittinggi semakin berbenah. Tentunya hal ini tak lepas dari kerja keras pemko dan DPRD Bukittinggi. Saat

“Banyak pembangunan yang telah dilaksanakan. Untuk itu, kami masyarakat kota juga berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah menciptakan susana yang kondusif, terutama terima kasih kepada pemko dan DPRD yang telah bekerja tanpa kenal lelah,” ungkap Ketua LKAAM ini.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Perjalanan Kota Bukittinggi yang telah mencapai usia ke 235, tentunya tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian dari para pendahulu baik yang berjuang di masa penjajahan maupun setelah kemerdekaan. Pada peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang ke 235 tahun 2019 ini, dirasakan suasana dan kemeriahan yang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak bulan November telah banyak kegiatan-kegiatan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota baik yang diselenggarakan oleh masyarakat, organisasi- organisasi kemasyarakatan maupun pemerintah daerah sendiri.

“Pada usia yang 235 ini, kita juga patut berbangga karena kota yang kita cintai ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi salah satu kota penting tidak hanya di Sumatera Barat bahkan di Indonesia. Bukittinggi telah mampu mensejajarkan dirinya dengan kota-kota lain di Indonesia, baik dalam hal perkembangan perekonomian, pariwisata, pendidikan, pengelolaan pemerintahan dan lainnya,” ungkap Ramlan.

Ini semua, lanjut Wako, tentu tidak lepas dari partisipasi dan dukungan dari semua warga kota, para tokoh masyarakat baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. Ucapan terimakasih yang tidak terhingga atas nama Pemerintah Daerah terhadap semua dukungan dan partisipasi semua pihak untuk kemajuan kota ini.

“Pada Hari Jadi Kota ke 235 ini, kepemimpinan kami selaku Walikota dan Wakil Walikota bersama Bapak H. Irwandi telah memasuki tahun keempat, artinya masa kepemimpinan kami pada periode ini tinggal kurang lebih 1 tahun lagi. Sejumlah progres kota selama 4 tahun terakhir, berkembang cukup pesat. Salah satu hal mendasar yang menjadi perhatian kami pada saat mulai menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota bersama Bapak H. Irwandi adalah bagaimana mengalokasikan anggaran atau belanja APBD secara tepat sasaran, efektif dan efisien sehingga dampaknya betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam paripurna istimewa HJK Bukittinggi ke 235 itu, juga diserahkan penghargaan kepada empat tokoh yang dinilai cukup berjasa dan mengharumkan nama Bukittinggi.

DRD Datuak Rajo Dilangik, tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan Jam Gadang.

Tinur B, pejuang wanita dan Ketu Wanita Kurai pertama. Ilyas DT. Yang Dipituan, Pucuak Bulek Koerai V Jorong, tokoh adat yang memberi izin pembangunan Pasa Ateh oleh pemerintah pusat, Jangkua, sosok pembawa pasia dari aliran Tambuo dan ditembak Belanda saat berjuang mendirikan tugu PDRI di Gantiang.

Meskipun tidak dihadiri perwakilan dari pemerintah provinsi Sumbar, rapat paripurna istimewa HJK Bukittinggi ke 235 tetap berjalan lancar.


(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top