alterntif text

Pariwara Pemko Bukittinggi

235 Tahun, Bukittinggi Penuh Inovasi Sarat Prestasi

Bukittinggi, KABA12.com — Tanggal 22 Desember 2019 Kota Bukittinggi telah berusia 235 tahun.

Dengan usia yang tidak muda lagi, Kota Bukittinggi tentu telah memiliki berbagai pengalaman dan sejarah panjang, termasuk menjadi salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 235 tahun itu, 45 kegiatan dilaksanakan oleh pemerintah kota.

Namun, proses utama HJK Bukittinggi ke 235, dilaksanakan rapat paripurna istimewa, di Balai Sidang Hatta Bukittinggi, Minggu (22/12).

Rapat paripurna istimewa ini, dihadiri Walikota, Wakil Walikota, unsur Forkopimda Bukittinggi, Anggota DPD RI, Anggota DPRD Sumbar, unsur Forkopimda Sumbar, Pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi.

Selain itu, juga hadir mantan Walikota, Drs. H. Djufri dan Rusdi Lubis, sejumlah kepala daerah dan perwakilan dari kabupaten kota lain, seperti Wakil Bupati Kabupaten Agam dan perwakilan pemko Bogor, Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat dan ribuan tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, saat membuka rapat paripurn istimewa dalam ranga Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 235 ini, menyampaikan, pimpinan dan Anggota DPRD Bukittinggi, mengucapkan selamat hari jadi kota Bukittinggi ke 235. Pilihan Niniak Mamak sangat tepat untuk menjadikan salah satu bukit di daerah ini menjadi Bukittinggi.

“Kota ini pusat utama pemerintahan. Pada masa perjuangan RI, Bukittinggi pernah menjadi Ibukota RI setelah Jogja. Untuk itu, kita masyarakat patut berbangga atas perjuangan pemimpin di masa lalu,” ujar Herman Sofyan.

HJK ke 235 tahun, harus dimaknai dengan koreksi, introspeksi dan evaluasi. Apa yang dilihat Bukittinggi hari ini, merupakan upaya maksimal pemko bersama DPRD Bukittinggi.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan tanpa pemerintahan yang kuat. Penghargaan di berbagai bidang, menjadi bukti kerja nyata dsari pemerintah. Namun demikian, penghargaan itu, pada hakekatnya, milik masyarakat Bukittinggi,” ungkapnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, menambahkan, meski telah banyak prestasi dan hasil kerja nyata, pemko diharapkan tidak terlena. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, salah satunya menata pedagang untuk berjualan di Pasa Ateh serta mewujudkan masyarakat Bukittinggi yang aman, nyaman, damai dan sejahtera serta agamais.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman, dalam kesempatan itu, membacakan kronologis penetapan hari jadi kota Bukittinggi. Dimana, dalam menentukan hari jadi kota itu, dilakukan berbagai pembahasan yang mengandung nilai Integratif, Inspiratif, aspiratif, patriotisme dan nasionalisme.

“Sehingga dari pembahasan tersebut, diputuskan oleh DPRD Bukittinggi melalui SK nomor 10/SK-11/DPRD/1988 tanggal 15 Desember 1988, bahwa DPRD menyetujui tanggal 22 Desember 1784 sebagai hari lahir kota Bukittinggi,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Bukittinggi, Syahrizal, DT. Palang Gagah, mengapresiasi kinerja pemko dan DPRD Bukittinggi selama satu tahun terakhir. Dimana, banyak perubahan sebagai bukti kerja nyata pemerintahan saat ini.

“Hari ini, 22 Desember 2019, Bukittinggi genap berusia 235. Bukittinggi telah menjelma menjadi kota kecil yang indah, aman dan nyaman. Hal ini tidak serta merta Bukittinggi bisa dilaksanakan. Ada proses yang sangat panjang. Pemimpin di masa lalu, telah bekerja keras untuk meletakkan landasan pembangunan saat ini. Kami sangat berterima kasih atas pengabdian pemimpin kota Bukittinggi dari dulu hingga saat ini.

Saat ini, Bukittinggi semakin berbenah. Tentunya hal ini tak lepas dari kerja keras pemko dan DPRD Bukittinggi.

“Banyak pembangunan yang telah dilaksanakan. Untuk itu, kami masyarakat kota juga berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah menciptakan susana yang kondusif, terutama terima kasih kepada pemko dan DPRD yang telah bekerja tanpa kenal lelah,” ungkap Ketua LKAAM ini.

Namun demikian, Sy. DT. Palang Gagah mengakui, ada beberapa pembangunan yang belum terselesaikan. Diantaranya, pembangunan DPRD, RSUD, Mal Pelayanan Publik dan Rumah Potong Hewan.

“Kami berharap, pembangunan ini dapat diselesaikan pada periode kedua Walikota Ramlan Nurmatias nantinya,” ujarnya.

Ketua LKAAM Bukittinggi ini juga berpesan, agar pemerintah dan masyarakat secara bersama sama memberikan penguatan nilai agama dan adat di Bukittinggi. “Mari kuatkan tonggak kehidupan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Mari kita kuatkan hati untuk menegaskan bahwa Bukittinggi mengharamkan Narkoba dan LGBT,” tegasnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Perjalanan Kota Bukittinggi yang telah mencapai usia ke 235, tentunya tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian dari para pendahulu baik yang berjuang di masa penjajahan maupun setelah kemerdekaan. Pada peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang ke 235 tahun 2019 ini, dirasakan suasana dan kemeriahan yang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak bulan November telah banyak kegiatan-kegiatan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota baik yang diselenggarakan oleh masyarakat, organisasi- organisasi kemasyarakatan maupun pemerintah daerah sendiri.

“Pada usia yang 235 ini, kita juga patut berbangga karena kota yang kita cintai ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi salah satu kota penting tidak hanya di Sumatera Barat bahkan di Indonesia. Bukittinggi telah mampu mensejajarkan dirinya dengan kota-kota lain di Indonesia, baik dalam hal perkembangan perekonomian, pariwisata, pendidikan, pengelolaan pemerintahan dan lainnya,” ungkap Ramlan.

Ini semua, lanjut Wako, tentu tidak lepas dari partisipasi dan dukungan dari semua warga kota, para tokoh masyarakat baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. Ucapan terimakasih yang tidak terhingga atas nama Pemerintah Daerah terhadap semua dukungan dan partisipasi semua pihak untuk kemajuan kota ini.

“Pada Hari Jadi Kota ke 235 ini, kepemimpinan kami selaku Walikota dan Wakil Walikota bersama Bapak H. Irwandi telah memasuki tahun keempat, artinya masa kepemimpinan kami pada periode ini tinggal kurang lebih 1 tahun lagi. Sejumlah progres kota selama 4 tahun terakhir, berkembang cukup pesat. Salah satu hal mendasar yang menjadi perhatian kami pada saat mulai menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota bersama Bapak H. Irwandi adalah bagaimana mengalokasikan anggaran atau belanja APBD secara tepat sasaran, efektif dan efisien sehingga dampaknya betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, selama 2019 ini, ada sejumlah pembangunan yang telah selesai dilaksanakan. Diantaranya, pembangunan kembali Pasa Ateh, Revitalisasi kawasan pedestrian, embung Tabek Gadang, rehab dan pembangunan sekolah. Hingga tahun 2019 ini, terdapat 15 sekolah yang sudah selesai kita bangun diantaranya 4 bangunan Sekolah Menengah Pertama dan 11 bangunan Sekolah Dasar, pembangunan Puskesmas Tigo Baleh, penyelesaian konsolidasi tanah bypass, pembangunan kantor pemerintahan dan pembangunan rumah dinas walikota.

Disamping kegiatan pembangunan strategis dan menelan anggaran yang relatif besar tersebut sebagaimana kami uraikan diatas, juga masih banyak program kegiatan lain yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi semenjak tahun 2016 sampai tahun 2019. Diantaranya, pembukaan jalan baru di Talao sepanjang 800 m, dimana tanahnya merupakan sumbangan dari masyarakat. Pembangunan dan peningkatan jalan lingkung sepanjang : 9.712,5 m. Pembangunan dan peningkatan riol sepanjang : 8.032,2 m. Bantuan untuk perbaikan rumah keluarga kurang mampu melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari dana APBN sebanyak 249 KK dan bedah rumah melalui dana APBD sebanyak 28 KK.

Pembangunan dan peningkatan saluran drainase perkotaan sepanjang 2.421 m. Pemasangan jaringan penerangan jalan umum sebanyak 168 titik. Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 100 m. Pembangunan Embung untuk sumber air irigasi sebanyak 1 unit serta jaringan irigasi sepanjang 280 m di Kelurahan Pakan Labuah. Pengadaan komputer di seluruh sekolah SD dan SMP Negeri. Pembangunan jaringan internet di 23 sekolah. Revitalisasi Medan Nan Bapaneh Taman Panorama. Revitalisasi Lobang Japang, Revitalisasi Benteng For de Kock danTaman Margasatwa dan Budaya Kinantan.

Tidak hanya dibidang fisik, sejumlah pembangunan non fisik juga diupayakan oleh pemerintah kota Bukittinggi. Seperti, Sekolah Keluarga, Kota Layak Anak, Penindakan penyakit masyarakat, promosi produk unggulan usaha kecil menengah, pembinaan bagi pengusaha mikro, pelatihan tenaga kerja dan bantuan modal untuk sektor usaha mikro dan kecil.

Dengan kerja keras itu, selama tahun 2019, pemko Bukittinggi dibawah kepemimpinan Walikota Ramlan Nurmatias dan Wakil Walikota, Irwandi, meraih berbagai penghargaan. Sebut saja, Opini WTP enam kali berturut-turut, prediket BB untuk sakip, anugerah pandu negeri, Kota Sehat Swasti Saba Wistara, Kota Layak Anak, Adipura.

Terakhir, pada pertengahan Desember 2019 ini, Ramlan Nurmatias, dinobatkan sebagai satu satunya Walikota di Indonesia, yang meraih penghargaan kesetiakawanan sosial dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial tahun 2019. Hal ini tentu saja berkat kerja keras bersama dalam rangka mengurangi beban bagi mereka yang membutuhkan, khususnya masyarakat dengan ekonomi sulit.

Selain 15 penghargaan tingkat nasional diatas, pemko Bukittinggi juga banyak meraih penghargaan tingkat regional Sumatera dan 20 penghargaan tingkat provinsi.

Pada kesempatan itu, Walikota juga meminta pemerintah provinsi, untuk mencarikan solusi terkait persoalan banjir dan semakin padatnya TPA regional Payakumbuh, sehingga tidak mampu lagi menampung sampah dari beberapa kabupaten kota.

Dalam paripurna istimewa HJK Bukittinggi ke 235 itu, juga diserahkan penghargaan kepada empat tokoh yang dinilai cukup berjasa dan mengharumkan nama Bukittinggi. DRD Datuak Rajo Dilangik, tokoh yang berkontribusi dalam pembangunan Jam Gadang. Tinur B, pejuang wanita dan Ketu Wanita Kurai pertama. Ilyas DT. Yang Dipituan, Pucuak Bulek Koerai V Jorong, tokoh adar yang memberi izin pembangunan Pasa Ateh oleh pemerintah pusat. Jangkua, sosok pembawa pasia dari aliran Tambuo dan ditembak Belanda saat berjuang mendirikan tugu PDRI di Gantiang.

Setelah rapat paripurna istimewa, rombongan bergerak menuju rumah dinas walikota Bukittinggi di Belakang Balok. Di lokasi tersebut, dilaksanakan proses makan bajamba dan proses ‘manaiak i rumah’.

Makan bajamba diawali dengan shalat berjamaah dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Derry Sulaiman yang menyampaikan terkait amal shaleh dan memakmurkan masjid. Setelah tausiyah, dilaksanakan makan bajamba oleh seluruh tamu undangan.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top