alterntif text

Bukittinggi

Kasus Berlanjut, Polisi Tangkap Lima Terduga Terkait Penemuan Mayat Dalam Selokan

Bukittinggi, KABA12.com — Kasus penemuan mayat dalam selokan di Bukittinggi Senin (09/09 lalu, ternyata berlanjut.

Pihak keluarga korban atas nama Gean, meminta pihak kepolisian untuk melakukan otopsi dan mengembangkan kasus tersebut.

Dari hasil otopsi itu, pihak kepolisian resor Bukittinggi, menyimpulkan terdapat luka lebam diduga korban sebelum meninggal mengalami trauma.

Waka Polres Bukittinggi, Kompol Sumintak, dalam keterangan pers, Jumat (13/09) malam, menyampaikan bahwa pihak keluarga meminta mayat korban untuk dilakukan otopsi dan dari hasil otopsi ditemukan bahwa sebelum meninggal tubuh korban mengalami trauma.

“Dari hasil otopsi dinyatakan tubuh korban mengalami trauma dimana ditemukan sejumlah luka memar bekas pukulan pada sekujur tubuh korban,” ujarnya.

Dari hasil itu, Polres Bukittinggi langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan lima tersangka kasus penemuan mayat atas nama Gean Navanda (24) asal Lubuk Begalung Padang itu.

“Kami lakukan penyidikan lebih dalam dan meminta keterangan kepada sejumlah saksi dan diamankanlah lima orang tersangka penganiayaan terhadap korban. Lima tersangka itu terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban di salah satu pusat pembelanjaan di Bukittinggi pada Minggu (08/09) malam sekitar pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Sumintak, korban sebelumnya melakukan pencurian di lokasi itu, namun aksinya ketahuan oleh tersangka. Kemudian korban langsung dibawa ke kantor pusat perbelanjaan dan dilakukan pemukulan hingga mengakibatkan tubuh korban mengalami sejumlah luka memar.

“Tersangka mengakui perbuatannya karena aksi tersangka terekam jelas di rekaman CCTV dan kelima tersangka ditangkap pada Rabu (11/09) ditempat tersangka bekerja,” sebutnya.

Kelima tersangka R (23), A (29), F (21), R (19), K (19) merupakan karyawan dipusat perbelanjaan tersebut satu diantaranya security dan diamankan sejumlah barang bukti saat kejadian.

“Atas perbuatan tersangka terancam 12 tahun kurungan penjara,” tambahnya.

Sementara bagaiman korban bisa masuk kedalam saluran air tersebut pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan karena keterangan dari setiap tersangka berbeda-beda.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top