alterntif text

Bukittinggi

Pemprov Jateng Kunjungi Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Rombongan Pemprov Jawa Tengah datang berkunjung ke Bukittinggi.

Rombongan beranggotakan 75 orang itu diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Yuen Karnova di Hall Balaikota Bukittinggi, Kamis (12/09).

Hadir Asisten I Noverdi, Kepala Bagian Tapem Hendri dan SKPD terkait lainnya. Sementara rombongan dari Jawa Tengah dipimpin oleh Kepala Biro Pemerintahan, otonomi daerah dan kerjasama Setdaprov Jawa Tengah, Muhammad Masrofi.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Musrofi menjelaskan, kunjungan kerja ke Kota Bukittinggi dalam rangka sinergitas pelaksanaan urusan Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerjasama untuk menindaklanjuti ketentuan sesuai regulasi Undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Sengaja kami bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, Biro Pem, Otda dan Kerjasama Setda Provinsi Jateng serta Asisten Pemerintahan dan Kepala Bagian Pemerintah/ Otonomi Daerah/ Kerjasama se Jawa Tengah itu datang ke Bukittinggi guna melihat pelaksanaan hal tersebut sekaligus bisa bertukar informasi dan pengalaman,” jelasnya.

Muhammad Musrofi melanjutkan, Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang.

Secara administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan. Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 39.298.765 jiwa terdiri atas 19.281.140 laki-laki dan 19.989.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (2,342 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (2,227 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,953 juta jiwa).

Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,5% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun).

Dari jumlah penduduk ini, 47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri (15,71%), dan jasa (10,98%). Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah, di mana mata pencaharian di bidang ini digeluti hampir separuh dari angkatan kerja terserap.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova, mengatakan Kota Bukittinggi adalah kota kecil dengan perekonomian terbesar kedua di Provinsi Sumatra Barat.

Bukittinggi adalah kota sarat sejarah. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Kota ini juga pernah menjadi ibu kota Provinsi Sumatra dan Provinsi Sumatra Tengah.

“Bukittinggi dikenal sebagai kota perjuangan bangsa dan merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Assaat yang masing-masing merupakan Proklamator dan Pejabat Presiden Republik Indonesia,” ungkap Yuen.

Sekda sangat mengapreasi kedatangan rombongan dari Provinsi Jawa Tengah yang datang ke Bukittinggi. Apalagi bisa sharing dan berbagi informasi serta pengalaman tentang pelaksanaan urusan Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerjasama untuk menindak lanjuti ketentuan sesuai regulasi undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kota Bukittinggi memiliki luas 25,24 km², yang menjadikan Bukittinggi sebagai salah satu kota dengan wilayah tersempit di Indonesia.

Tempat wisata yang ramai dikunjungi adalah Jam Gadang, yaitu sebuah menara jam yang terletak di jantung kota sekaligus menjadi simbol bagi Bukittinggi.

Saat ini Bukittinggi merupakan kota terpadat di Provinsi Sumatra Barat, dengan tingkat kepadatan mencapai 4.400 jiwa/km².

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top