SMKN 2 LUBAS

Disdik Sumbar Dorong SMKN 2 Lubukbasung Jalin Kerjasama dengan Dunia Usaha

Lubukbasung, KABA12.com — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus terus meningkatkan kompetensinya, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. dengan terus melakukan revitalisasi SMK.

Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Pariadi mengatakan, ada enam pilar dalam revitalisasi SMK tahun 2020-2024, mulai dari penyelarasan antara kurikulum kompetensi keahlian dengan industri mitra, semua bidang keahlian atau kompetensi harus melakukan kerjasama dengan industri, update guru-guru produktif, dan peningkatan sertifikasi peserta didik.

“Kebijakan pemerintah pusat adanya revitalisasi SMK tahap dua, itu merupakan akselerasi percepatan revitalisasi SMK tahun 2020-2024. Seluruh SMK, tidak terkecuali di Sumbar itu harus menyelaraskan kurikulumnya dengan industri, agar apa yang mereka akan hasilkan, sesuai betul dan dapat digunakan dengan tenaga kerja di industri. Jika tidak disesuaikan, maka tamatan sekolah itu tidak update dengan perkembangan teknologi dan kompetensi yang ada di dunia kerja,” ujarnya dalam rakor jaringan industri kemitraan SMK Negeri 2 Lubukbasung Kabupaten Agam.

Baca Juga:  Pacu Kualitas Beragam Pelatihan Jadi Prioritas

Akan tetapi, kata pengawas berprestasi tingkat nasional itu, dirinya bangga pada SMK Negeri 2 Lubukbasung, karena telah melakukan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha/industri (Dudi).

“Karena ini sebuah kewajiban yang harus dilakukan SMK, yaitu 6 pilar revitalisasi SMK Indonesia 2020-2024, maka penyelarasan kurikulum adalah basicnya revitalisasi,” kata Pariadi.

Dia juga menyebutkan, kerjasama dengan industri ini menjadi penting, karena bisa menjadi tempat magang/prakerin siswa, magang guru dan juga menjadi tempat yang menampung siswa setelah lulus SMK.

Baca Juga:  Program Kerja Magang ke Jepang Jadi Prioritas SMKN 2

“Industri itu adalah bagian terintegrasi dengan pendidikan SMK. Dalam sistem ganda ada pendidikan yang dilakukan sekolah dan ada yang dilakukan industri. Bila pendidikan di industri tidak jalan maka tidak jalanlah link and match dan sistim ganda itu,” terangnya.

Pariadi menambahkan, indikator keberhasilan SMK adalah sejauh mana terserapnya lulusan SMK di dunia kerja diatas 75%, kemudian kesesuaian pekerjaaan dengan jurusan di SMK. Serta adanya kelas kewirausahaan dan indeks waktu tunggu tamatan SMK yang kurang dari 3 bulan sudah bekerja/mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga:  SMKN 2 Lubukbasung Terima 484 Siswa Baru. Komite Cadangkan 15 Kelas

Kepala SMK Negeri 2 Lubukbasung, Zulhatman mengatakan, untuk meningkatkan kompetensi dari para siswa maupun guru, sekolah telah melakukan kerjasama dengan berbagai industri. Seperti di antaranya; PT. AMP Plantation, Auto 2000 Bukittinggi, Jaya Utama Autech Lubukbasung, PT. Sumber Antokan, Tom Burger, Haleyora Power PT. PLN Perseri, HB Computer, Nissan Datsun Padang, Bundafa, Kelomook Tani Melsa, Naomi Hydrofarm, PT. Media Kaba12 dan dunia industri lainnya.

“SMKN 2 Lubukbasung sudah bermitra dengan lebih 100 dunia usaha/industri. Ada kerjasama dalam pembinaan siswa dan guru, serta dalam penerimaan tenaga kerja,” jelas Zulhatman.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top