Kaba Terkini

Kopi Sibarasok “Ameh Hitam” Dari Agam

Lubukbasung,kaba12.com — Potensi kopi di wilayah kabupaten Agam menjadi kekuatan tersendiri dalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, di kecamatan Tanjung Raya, dikenal kopi “Sibarasok” yang memiliki rasa khas dan unik, sehingga menjadi ikon di kecamatan itu.

Petani Kopi Sibarasok, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, berkomitmen memajukan pertanian kopi, mulai proses pembibitan, penanaman, pemeliharaan sampai pasca panen.

Bukti keseriusannya, enam kelompok tani pembudidaya kopi Sibarasok gelar pertemuan dengan penyuluh pertanian, penggiat kopi, camat dan tokoh masyarakat, di Jorong Koto Panjang, Tanjung Sani.

Baca Juga:  Deteksi Bencana Lain BPBD Agam Tembus Ruas Lubukbasung -Batukambing Yang Longsor

Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, mengatakan, selama ini petani budidaya kopi dengan sistem tumpang sari, sehingga hasil produksinya tidak maksimal. Untuk itu, enam kelompok tani bakal mengembangkan perkebunan kopi tersebut.

“Saat ini enam kelompok tani miliki kebun kopi sekitar 60 hektare dan juga terdapat berbagai tanaman di dalamnya. Ini perlu dilakukan peremajaan dan disterilkan dari tanaman lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Pendaftaran CPNS Gelombang Kedua Dibuka Hari Ini

Dikatakan camat, tokoh masyarakat bersedia membantu dalam hal mendapatkan bibit kopi unggulan, apalagi kopi Sibarasok yang telah dikembangkan sekitar 15 tahun lalu, bahkan sudah terkenal sampai ke provinsi lain dan mengisi pemeran-pemeran perkebunan dan pertanian.

Hal lain yang membuat kopi Sibarasok terkenal, karena adanya situs gudang kopi yang konon ceritanya dibangun zaman Belanda sekitar tahun 1930 silam, bahkan kopi ini dikenal dengan istilah “ ameh hitam “ (emas hitam) dari Sumatera.

Baca Juga:  37.883 DTKS Terverifikasi di Agam

“Ameh hitam dari Agam. Begitu paparan Bupati Agam, Indra Catri pada acara talk show dan ngopi bareng senator dengan tema kopi daerah Indonesia kopi dunia, di Jakarta beberapa waktu lalu,” kata Handria.

Sebelum kopi Sibarasok dikembangkan, jauh sebelumnya di Sibarasok sudah ada kebun kopi, untuk itu, camat berharap petani dapat mengembangkan kopi secara professional, sehingga kopi itu miliki kualitas lebih baik.

“Kita targetkan, Sibarasok akan jadi Agro Wisata Kopi, karena selain miliki kebun kopi, juga didukung dengan situs gudang kopi pada zaman Belanda,” ulasnya.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top