Kaba Pemko Bukittinggi

Aisyiyah Gandeng Pemko Bukittinggi Gencarkan Program Penanggulangan TB

Bukittinggi, KABA12.com — Guna mensinergikan Program Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care dengan program kesehatan Pemko, Perwakilan Pengurus Daerah `Aisyiyah bertemu dengan Walikota Bukittinggi, di Ruang Tamu Walikota Bukittinggi, Jumat (03/04). Perwakilan ‘Aisyiah itu antara lain Dr. Endriyenti, Ibu Yusnaini Siddiq, Ibu Sofinawati, Koordinator SSR Bukittinggi Fitri Wulandari, AMd Keb SKM, Case Manajer Elsa Prahari SKM, dan Ilham Nur Shodiq, SHI serta perwakilan kader Yuniberti dan Nora Silvia.

Dalam kesempatan itu Dr. Endriyenti mengatakan program SSR TB HIV Care ini merupakan program kerja sama yang ada di tingkat Pimpinan Pusat (PP)`Aisyiyah dengan Global Fund kemudian diturunkan hingga tingkat daerah, di Kota Bukittinggi.

Salah satunya melalui Program Penanggulangan Tuberculosis (TB), ‘Aisyiyah berupaya dengan berperan serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) no. 6, yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular.

“Sebagai amanat Muktamar dan Tanwir ‘Aisyiyah, upaya penanggulangan TB ini dilakukan baik di daerah yang mendapatkan dukungan dari lembaga donor maupun secara mandiri. Karenanya program Penanggulangan TB (Community TB Care) ‘Aisyiyah terus dikembangkan di 33 provinsi di Indonesia. Untuk propinsi Sumbar ada di empat kota, Bukittinggi, Padang, Solok dan Padang Pariaman,” jelasnya.

Program ini untuk memerangi penyakit Tuberculosis yang difokuskan pada kegiatan berbasis masyarakat, yang dikelola oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

‘Aisyiyah bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan kegiatan di 160 kabupaten/kota. Lewat SSR nya, bertugas menemukan penderita TB dan mendampinginya hingga sembuh.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam kesempatan itu berterima kasih kepada ‘Aisyiah dengan program SSR TB HIV Care. Karena dengan program itu telah ikut memikirkan persoalan yang terjadi di Bukittinggi, sekaligus ikut serta mencarikan jalan keluar dan solusinya.

Angka penderita TB dari data di Bukittinggi cukup besar, mecapai 456 orang. tapi setelah data dicros cek ternyata penderita yang tercatat itu terbanyak dari penderita asal luar kota Bukittinggi yang kebetulan berobat ke Kota Bukittinggi.

“Pemko Bukittinggi sendiri sudah punya banyak program berkaitan dengan penanggulangan dan pencegahan TB ini. Seperti penyuluhan, baik di puskesmas, posyandu, Kader PKK dan lain-lain. Pemko tegas Ramlan, tidak ingin menutup-nutupi jika memang ada masalah, tapi fokus bagaimana cara mengatasi persoalan itu dan mencarikan solusinya. Salah satunya lewat materi kesehatan dari Sekolah Keluarga,” ungkap Ramlan.

Ramlan melihat, semua usaha mengatasi persoalan negatif kuncinya ada pada keluarga. Jika warga perkokoh keluarga, maka generasi penerus yang produktif menuju bonus demografi akan didapatkan. Langkah penanggulangan TB saat ini adalah menemukan penderita TB, mengajaknya berobat dan mendampinginya sampai sembuh.

“Kita harus meyakinkan masyarakat agar mau diobati penyakit TB nya. Tidak tertutup kemungkinan diadakan kerjasama dengan ‘Aisyiah sekaitan pemberantasan TB ini,” jelas Wako.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top