Kaba Pemko Bukittinggi

Program Gemarikan TK Al Azhar Bukittinggi Dinilai Provinsi

Bukittinggi, KABA12.com — PAUD/ TK Al Azhar dinilai tim Penilai Implementasi Kurikulum PAUD Tingkat Propinsi Sumbar, Kamis (02/05).

Penilaian berlangsung di PAUD/ TK Al Azhar Jl. Ahmad Karim Bukittinggi dihadiri Ketua Forikan Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas Pertanian dan SKPD terkait lainnya. Kepala PAUD/ TK Al Azhar Doni Aizus Idris merasa terharu dan bangga kerana PAUD Al Azhar dipercaya mewakili kota Bukittinggi dengan seleksi ketat.

Doni memaparkan program peningkatan makan ikan telah dilaksakan sejak 2017 lalu dengan mengadakan kegiatan yang bermuatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

“Sejak itu kami konsentrasi meningkatkan makan ikan bagi anak. Kami berkaca dari Jepang, ikan memberikan kontribusi yang besar menciptakan anak cerdas apalagi di usia emas. Kami berusaha bagaimana program ini diberikan di sekolah sehingga membantu pemerintah mensukseskan kegiatan Gemarikan. Program kami namakan program Tangguak, program dan kegiataan sekolah untuk memberikan kesejahteraan bagi anak-anak dengan 8 program kegiatan yang telah kami laksanakan,” jelasnya.

Sejauh ini, Doni mengakui ada kendala. Karena Bukittinggi bukan daerah perairan, cukup sulit mengajak anak belajar tentang ikan. Dengan bantuan pemerintah akhirnya bisa membuat kolam untuk mengenal ikan dan kerjasama dengan Istana Aquarium untuk membawa anak belajar kesana dan tidak perlu membayar lagi.

Selain itu diusahakan memberikan anjuran kepada orang tua untuk meningkatkan konsumsi ikan di rumah tangga, memasukkan menu ikan dalam pemberian makanan tambahan dari 45 persen anggaran sekolah.

Ketua Forikan Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan Nurmatias, mengatakan ini kali ketiga Bukittinggi mengikuti forikan tingkat Propinsi dan selalu juara. Pertama dijuarai TK Pembina, tahun kedua TK Exellen dan tahun ini kami berharap PAUD/TK Al Azhar juga juara.

Menurut Yesi, Forikan Bukittinggi telah bekerja sama dengan HIMPAUDI untuk menggerakan Gemarikan ini. Inovasi dari TK Al Azhar seperti Senam Ikan telah menjadi inspirasi bagi PAUD lainnya. Ulang tahun HIMPAUDI pun nuansanya bagaimana meningkatkan makan ikan. Lomba masak ikan yang diikuti orang tua murid pun sudah dilaksanakan.

“Tujuan utama HIMPAUDI dan Forikan adalah bagaimana implementasi gerakan memasyarakatkan makan ikan pada masyarakat. Bagaimana meningkatkan gizi anak kita. Terutama untuk mencegah stunting. Himpaudi selalu menyelipkan Gemarikan pada materi yang disajikan. PAUD di Kota Bukittinggi rata-rata sudah punya kolam untuk memperkenalkan kepada anak minimal aquarium. Intinya bagaimana menghantarkan anak kita sehat cerdas menjadi generasi emas pada bonus demografi yang akan kuta jelang. Tanpa makanan yang sehat anak kita akan susah berkembang,” ujarnya.

Sementara tim penilai propinsi, Azimah, mengatakan Gemarikan adalah gerakan kemanusiaan untuk meningkatkan komsumsi ikan. Karena Ikan merupakan sumber pangan hewani terbesar di Indonesia. Tapi konsumsi ikan di Sumbar masih relatif rendah. Maka lahirlah Gemarikan ini pada tahun 2014 lalu.

“Walaupun Bukittinggi tidak punya sungai tetapi ikan mudah sampai di Bukittinggi. Bukan berarti kita mengalahkan pedagang ayam dan daging tapi kita seimbangkan. Karena Indonesia memiliki ikan yang sangat banyak jenisnya dan luar biasa gizinya,” ungkapnya.

Azimah melanjutkan, dari kecil tanamkan gemarikan dan tidak putus di TK dan PAUD saja, tapi juga lanjut ke SD SMP dan SMA. Berkaitan dengan stunting, cukup besar angkanya di Indonesia.

Gemarikan digalakkan untuk mengatasi hal itu. Implementasi gemarikan pada kurikulum PAUD maksudnya program Gemarikan akan diajarkan kepada anak dan dievaluasi, baru nampak apakah ada peningkatan atau tidak. Harus masuk kurikulum dan sistematis, jelas tahap-tahap nya sehingga terbentuk dalam pikiran mereka kalau harus makan ikan.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top