Kaba Pemko Bukittinggi

TNP2K Tinjau Uji Coba Penyaluran Gas Subsidi Sistem Biometrik

Bukittinggi, KABA12.com — Ujicoba penyaluran gas elpiji bersubsidi 3 kg dengan sistem bio metric telah dilaksanakan di Bukittinggi.

Ujicoba yang digagas oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Jakarta, ditinjau 16 personil yang terdiri dari Pejabat TNP2K sendiri, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian ESDM, Bappenas, Badan Koordinasi Fiskal Kemenkeu RI serta perwakilan dari Pertamina.

Sebelum melakukan tinjauan lapangan, rombongan bertemu dengan Wakil Walikota Irwandi sekaligus selaku ketua TKPK Kota Bukittinggi di ruang Tamu Pimpinan Daerah Kantor Balaikota Gulai Bancah, Selasa (30/04).

Elan Satriawan, koordinator Kebijakan TNP2K mengatakan, tinjauan lapangan bersama ini, ditujukan untuk melihat langsung pelaksanaan ujicoba penyaluran Gas bersubsidi 3 kg dengan metode biometrik kepada 1.052 keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terlebih dahulu diregistrasi di Kota Bukittinggi.

“Kami berharap dengan tinjauan lapangan ini dapat dijaring saran dan masukan dari masyarakat terkait program ini. Sekaligus menginventarisir kendala-kendala yang ditemui dilapangan sehingga dapat segera dicarikan solusinya,” ujarnya.

Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi dalam kesempatan itu menyatakan dukungan dari Pemerintah kota Bukittinggi terhadap program ini.

Menurut Irwandi, dengan metode penyaluran yang sedang diuji coba ini akan membuat intervensi penanggulangan kemiskinan berupa pemberian subsidi gas bagi rumah tangga miskin bisa tepat sasaran.

“Yang pasti kalau program ini nantinya dilaksanakan akan menghemat pengeluaran negara yang cukup besar di bidang migas. Tentunya efisiensi ini pun bisa dialihkan oleh pemerintah ke bidang lain ataupun dapat dialihkan dalam bentuk intervensi lain dalam rangka penanggulangan kemiskinan,” ujar Irwandi.

Pemerintah kota Bukittinggi, juga mengucapkan terima kasih karena telah ditunjuk oleh TNP2K sebagai sebagai salah satu dari tujuh Kabupaten dan Kota di Indonesia sebagai daerah ujicoba penyaluran Gas bersubsidi 3 kg dengan sistem biometrik ini. Dengan penyaluran gas bersubsidi 3 kg dengan system biometric, masyarakat bukittinggi dapat terbantu.

“Bahkan kami cukup bangga karena ada masyarakat yang jujur dan tidak mau lagi menerima subsidi setelah merasa ekonominya membaik dan tidak menerima gas bersubsidi lagi. Pemko sangat mengapresiasi hal itu. Walaupun masih ada beberapa oknum yang memanfaatkan LPG murah ini, tapi kedepan akan ditertibkan lagi,” jelas Wawako.

Wawako berharap hasil tinjauan lapangan, diperoleh solusi dari kendala-kendala yang ada dan dapat pula diaplikasikan kembali ke daerah.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top