Kaba Terkini

NTT-NTB Belajar UMKM Tangguh Bencana ke Tanjung Mutiara

Tiku, kaba12.com — Tim Pemprov.Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat belajar strategi penanganan pasca bencana ke kabupaten Agam khususnya ke kecamatan Tanjung Mutiara.

Rombongan dua daerah yang baru-baru ini didera bencana gempa dahsyat itu sengaja membangun program pembelajaran silang antar lembaga terkait dari NTT dan NTB membahas isu UMKM Tangguh Bencana di Nagari Tiku Selatan. Diskusi dan pembahasan serangkaian pola penanganan UMKM tangguh itu dipusatkan di kantor nagari Tiku Selatan, Kamis,(25/4).

Camat Tanjung Mutiara Yogi Astarian, yang menjamu rombongan tersebut, menyebutkan, forum tersebut sebagai media untuk saling belajar antar lembaga mitra ICDRC (Indonesia Climated Disaster Resilience Community) di Indonesia.

Tujuannya, ulas Yogi, untuk berbagi pengalaman tentang program yang dilakukan unsur terkait dalam mendorong masyarakat yang terdampak bencana agar bisa pulih baik dari segi ekonomi maupun trauma akibat dari bencana.

Yogi Astarian, Camat Tanjung Mutiara yang didampingi Bagindo Karman Wali Nagari Tiku Selatan, menjamu rombongan dua daerah itu masing-masing Quddus, Konsepsi NTB Mansyur, LP2DER Bima NTB Hendrikus,Kades Kimakamak dari Flores Timur, Dany, Perkumpulan Pikul dari Kupang, NTT, Ummi – SAPDA, Jogja Roby Safwar – Direktur Eksekutif JEMARI Sakato Wahyu Hamdika, Program Manager ICDRC, Imran Sarimudanas – Spesialis Advokasi Pengurangan Risiko Bencana.

Ditambahkan Yogi Astarian, wilayah Tanjung Mutiara sudah dua kali, dijadikan lokasi pembelajaran terkait dengan program UMKM Tangguh, yang beberapa waktu belakangan mempersiapkan masyarakat tangguh, sekaligus siap menghadapi risiko pasca bencana disisi ekonomi. ” Mudah-mudahan hal ini memotivasi masyarakat tangguh, UMKM tangguh agar lebih baik dan siap menghadapi risiko bencana,” sebut Yogi Astarian lagi.

Rombongan dari NTT dan NTB direncanakan yang juga merupakan mitra Jemari ini dilibatkan dan hadir pada peringatan HKB di SMK 1 Tanjung Mutiara besok.

Sementara menurut Wahyu Hamdika, agenda pembelajaran silang ini bertujuan sebagai wadah pembelajaran antar komunitas untuk ketangguhan bencana, terutama untuk isu UMKM tangguh bencana.

Ditambahkan,pola kemitraan yang sudah terbangun melalui Klinik UMKM Tanjung Mutiara sangat penting untuk diadopsi bagi mitra kerja Jemari Sakato di Indonesia Bagian Timur yang merupakan wilayah yang rentan terhadap ancaman bencana dan pengaruh perubahan iklim.

Hal senada disebutkan Robi Syafwar, yang mengungkapkan wilayah Tiku Selatan tetap menjadi ikon ketangguhan di Kec Tanjung Mutiara hingga ke tingkat Nasional.

Ditambahkan, hal itu sangat baik jika diperluas dengan mengkolaborasikan antara ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan keberberlanjutan mata pencaharian, sehingga masyarakat tidak hanya tangguh terhadap bencana tapi juga tangguh secara ekonomi.

Program pembelajaran silang itu, mendapat apresiasi banyak pihak, pasalnya program UMKM tangguh sangat diandalkan dalam penanganan pasca bencana di kabupaten Agam yang dikenal rawan bencana.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top