Kaba Pemko Bukittinggi

Pengawas TPS di MKS Ikuti Bimtek Tahap II

Bukittinggi, KABA12.com — 137 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Kecamatan Mandiangin Koto Selayan mengikuti Bimbingan Teknis Pengawas TPS dalam rangka Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilihan Umum Calon Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 tahap II. Bimtek dibuka anggota Bawaslu Kota Bukittinggi Asneli Warni di Aula Balaikota Bukittinggi, Kamis (11/04).

Ketua panitia, Rita Nuryati, menjelaskan, Bimtek dilakukan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tugas yang akan dijalani pada hari H yaitu 17 April 2019. Sekaligus menyamakan persepsi dilapangan untuk pelaksanaan tugas. Bimtek dilaksanakan satu hari penuh, Kamis (11/04).

Anggota Bawaslu Bukittinggi, Asneli Warni, mengatakan, pengawas TPS merupakan perpanjangan tangan Bawaslu yang akan bertugas pada tanggal 17 April mendatang. Pengawas TPS bertugas untuk mengawasi, baik itu pemungutan maaupun penghitungan suara. Artinya pengawas TPS adalah garda terdepan Bawaslu Republik indonesia dalam melaksanakan tugas pengawasan.

“Amanah yang diterima, bukan amanah musiman saja tapi amanah dalam menegakkan demokrasi berintegritas Pemilu. Bagaimana terjadinya Pemilu yang berkeadilan. Itu semua ditangan Pengawas TPS, untuk perjalanan Negara lima tahun kedepan. Negara mempercayai itu kepada pengawas TPS sesuai aturan,” ujarnya.

Selain itu Pengawas TPS harus dipastikan tidak ada yang terafiliasi dan terindikasi mendukung pasangan Calon Presiden, Partai Politik. Karena itu berarti telah melanggar etika Pemilu terkait netralitas petugas pengawas. Apabila ditemukan berbuat hal demikian tidak ada toleransi apapun bagi pengawas TPS. Apabila hal ini terjadi baik itu menjelang hari H, dan didapatkan informasi maka akan ditindak lanjuti sesuai peraturan Bawaslu yang sanksinya rehabilitasi dan pemberhentian tetap sebagai jajaran pengawas Pemilu.

“Karena itu harus kita buktikan kepada masyarakat, jaga sikap tindakan selaku Pengawas TPS untuk tidak memberikan dukungan tertentu kepada Pasangn Calon Presiden dan Partai Politik apapun. Sikap dan tindakan bapak ibu yang mendukung akan memunculkan ketidak percayaan publik untuk melaksanakan tugas pengawasan,” ujarnya.

Kepada 137 pengawas TPS, Asneli berpesan untuk menjaga stamina karena waktu bertugas pada hari H sangat panjang, lebih dari 12 jam setelah pemungutan suara. Karena itu butuh restu dari keluarga, suami, istri, ayah dan bunda sehingga pekerjaan dapat selesai dan berhasil baik.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top