Kaba Terkini

SMKN 2 Lubukbasung Panen Perdana Produk TEFA Jurusan Agribisnis

Lubukbasung, KABA12.com — SMKN 2 Lubukbasung lakukan panen perdana produk Teaching Factory (TEFA) yang dikelola siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura berupa buah melon, labu madu, pare dan terong, Sabtu (30/03).

Panen perdana dilakukan bersama Kepala SMKN 2 Lubukbasung Zulhatman, Koordinator Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Raymon, Ketua MKKS SMK Sumbar Ishakawi, Sekretaris Dinas Pertanian Agam Zufren bersama para guru dan siswa manajemen pengelola kebun agro yang memproduksi TEFA tersebut.

Kepala SMKN 2 Lubukbasung Zulhatman mengatakan, produk TEFA ini merupakan hasil kolaborasi siswa dari dua jurusan pada bidang keahlian pertanian, yaitu jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, dan juga Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Pangan.

“Kita gembira sekali, apa yang dilakukan anak kita melakukan pembelajaran berbasis industri atau Teaching Factory (TEFA) hari sudah bisa kita panen. Ada melon, labu madu, pare dan terong,” ujarnya.

Disebutkan Zulhatman, untuk mengelola produksi TEFA ini pihak sekolah menyerahkan penuh pengelolaanya kepada para siswa. Sekolah hanya menyiapkan lahan, memberikan bantuan modal awal dan pembimbingan. Sehingga para siswa dapat mempelajari dan memahami dari setiap prosesnya, mulai dari memilih bibit, pembibitan, penanaman, perwatan, hingga dipanen.

“Dari hasil penjualan produk ini, para siswa dapat keuntangan yang cukup untuk membiayai uang sekolah dan uang saku mereka. 15-20 persen modal dikembalikan ke sekolah, lalu dikeluarkan biaya perawatan dan lainnya, jadi ada sekitar 65 persen keuntungan diperoleh oleh siswa. Diperkirakan dari hasil 7 bedeng lahan jika berat satu melon diratakan per 2 kilogram, para siswa akan meraih keuntungan 14 juta rupiah dalam waktu tiga bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kurikulum dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Raymon mengatakan, hasil panen perdana produk TEFA SMKN 2 Lubukbasung ini mebuktikan bahwasanya siswa dibidang keahlian pertanian sekolah kejuruan ini melalui bimbingan gurunya telah melakukan proses pembelajaran menggunakan metode TEFA dengan baik.

“TEFA merupakan metode yang memadukan sistem pengajaran secara akademis dan praktisi dimana guru mengajarkan kompetensi yang real kepada siswa, bukan lagi simulasi. Saran kita kedepan, dalam menghadapi zaman mileneal ini terutama revolusi industri 4.0 SMK Negeri 2 Lubukbasung bisa lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran TEFA pada jurusan dan bidang keahlian lainnya,” sebut Raymon.

Ketua MKKS SMK Sumbar Ishakawi yang juga Kepala SMKN 9 Padang yang telah dulu sukses mengembangkan metode TEFA dalam bidang keahlian pariwisata memberikan apresiasi yang tinggi pada hasil produk TEFA SMKN 2 Lubukbasung.

Dia pun berharap TEFA yang dikembangkan disetiap SMK yang ada di Sumatera Barat dapat berkolaborasi menghasilkan produk yang berkualitas.

“Ini sebuah langkah yang luar biasa untuk SMK Negeri 2 Lubukbasung. Ini merupakan peluang yang luar biasa, karena di bidang pariwisata menampilkanng kami coba kembangkan di SMKN 9 Padang ada bagian kuliner yang membutuhkan hasil dari pertanian ini dalam menunya. Jadi mungkin kedepan ada langkah-langkah stake holder yang bisa membantu dan tim sekolah memperluas jaringan produknya untuk bisa di pasarkan lebih luas. Secara SDM baik guru dan sisiwa SMKN 2 Lubukbasung sudah luar biasa, ini adalah contoh yang luar biasa untuk SMK bidang pertanian di Sumbar,” ungkap Ishakawi.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top