Kaba Terkini

SMKN 2 Lubukbasung Gelar Workshop Teaching Factory Bagi Siswa & Guru

Lubukbasung, KABA12.com — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Lubukbasung Kabupaten Agam, menggelar workshop pengembangan Teaching Factory (TEFA) bagi para siswa dan guru yang digelar di ruang majelis guru setempat, Sabtu (30/03).

Workshop tersebut mendatangkan narasumber langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Raymon, MPd yang turut didampingi Kepala SMKN 9 Padang yang telah dulu sukses dengan metode TEFA.

Raymon dalam pemaparan materinya menyampaikan, Teaching Factory merupakan model pembelajaran yang berorientasi produksi/jasa/bisnis yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri, atau kondisi sesungguhnya untuk menghasilkan produk/jasa yang dipesan oleh konsumen.

Dia menyebutkan, pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Karena selain dibekali dengan teori, metode TEFA juga mengharukan siswa untuk praktek.

“SMK harus selalu mengganti, mengadaptasi setiap kurikulum, karena pendidikan di SMK harus berkembang sesuai kebutuhan dan mengikuti perkembangan dunia industri, terutama pada era revolusi 4.0 seperti saat ini,” katanya.

Raymon juga menyampaikan disamping untuk meningkatkan skill para siswa, metode TEFA juga dapat menumbuhkan jiwa enterpreneurship pada anak.

“Melalui metode teaching factory anak didik dapat langsung merasakan atmosfir dunia industri yang sesungguhnya. Jadi disamping menumbuhkan skill pada mereka, secara tidak langsung juga akan menumbuhkan jiwa enterpreneur pada siswa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Lubukbasung Zulhatman mengatakan, dari tiga kelompok bidang keahlian yang ada di sekolah tersebut, kelompok pertanian yang terdiri dari jurusan agribisnis tanaman pangan dan holtikultura, serta jurusan teknologi pengolahan hasil pertanian pangan telah menerapkan metode pembelajaran Teaching Factory (TEFA).

Dimana sekolah menyediakan lahan bagi para siswa untuk mengolahnya mulai dari pemilihan dan pembibitan hingga menghasilkan produk pertanian, seperti melon, labu madu, pare dan terong. Lalu dari hasil tersebut dimanfaatkan untuk dijual langsung kepada masyarakat serta diolah menjadi menu kudapan.

“Kita SMK harus dan diwajibkan melaksanakan pembelajaran yang menghasilkan, yaitu dengan menerapkan metode TEFA. Dengan sistem ini anak-anak bisa mengasah skillnya baik dalam proses maupun manajemennya, dan menumbuhkan jiwa enterpreneur nya. Serta memberi keuntungan yang dapat dimanfaatkan siswa untuk membiayai uang sekolah dan uang sakunya sehari-hari,” ujar Zulhatman.

Usai melaksanakan kegiatan workshop pengembangan TEFA tersebut, seluruh peserta bersama pemateri langsung melakukan panen perdana di kebun pertanian milik SMKN 2 Lubukbasung yang berada di belakang sekolah. Di lokasi tersebut para peserta workshop dapat menyaksikan secara langsung proses bisnis hasil penerapan metode TEFA yang dijalankan para siswa dari kelompok bidang keahlian pertanian SMK Negeri 2 Lubukbasung.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top