Kaba Terkini

Kemen PPPA Dorong Forum Puspa Agam Tingkatkan Sinergitas

Padang, KABA12.com — Dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi masyarakat melaksanakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maka sinergi program merupakan suatu keharusan, karena data dan fakta tentang isu perempuan dan anak sangat kompleks dan pada skala yang harus disegerakan pencegahan dan penanganannya secara bersama-sama, yaitu oleh masyarakat bersama lembaga masyarakat dan pemerintah.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Maydian Werdiastuti pada sosialisasi panduan sinergi program pemberdayaan perempuan dan perlindungn anak bagi pemerintah dan lembaga masyarakat di Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang, Rabu (20/03).

Dikatakannya, pembangunan PPPA masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, diantaranya seperti belum optimalnya kualitas hidup dan peran perempuan, kemudian masih terjadinya kesenjangan gender dalam hal aksebilitas, manfaat, kontrol dan partisipasi pembangunan terutama dibidang politik dan ekonomi.

Serta masih tingginya tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak. Lalu, belum efektifnya kelembagaan, pelayanan, jaringan PUG dan PUHA dan belum optimalnya pemenuhan hak-hak anak.

“Oleh sebab itu, perlunya tiga pilar pembangunan, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang dapat diminati oleh seluruh penduduk Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, laki-laki, perempuan, anak-anak maupun orangtua secara adil, efektif dan akuntabel,” ujar Maydian Werdiastuti.

Dia juga menyebutkan, dipilihnya lima kabupaten kota seperti, Agam, Padang, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota dan Sawahlunto untuk hadir dalam sosialisasi tersebut agar menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Sumbar.

“Kelima kabupaten kota yang kita pilih ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain, karena daerah ini telah dulu memiliki Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa). Tahun ini kita dorong untuk bersinergi dan ditahun depan kita akan lahirkan inovasi untuk pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Agam, Rosi Tarama mengatakan, forum tersebut telah terbentuk di Luhak Agam sejak Agustus 2018 lalu, yang terdiri dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, akademisi, profesi, media dan lainnya.

“Secara forum hingga saat ini kita belum ada kegiatan. Namun dimasing-masing unsur telah banyak melaksanakan kegiatan tentang PPPA yang berjalan sendiri, hanya saja belum bersinergi, setelah kegiatan ini kita akan tingkatkan sinergitas Forum Puspa di Agam,” ujarnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top