Kaba DPRD Bukittinggi

Berbagai Aspirasi Mengapung Dalam Reses Aisyah

Bukittinggi, KABA12.com — Ratusan masyarakat kecamatan Guguak Panjang, khususnya di kelurahan Tarok Dipo, menghadiri reses anggota DPRD atas nama Ir. Aisyah, pada masa sidang pertama tahun anggaran 2019, di halaman kantor camat Guguak Panjang, Minggu (17/03).

Reses juga dihadiri perwakilan sejumlah SOPD, Camat Guguak Panjang, Rispayanto, Lurah, tokoh masyarakat dan sejumlah sekretariat DPRD Bukittinggi.

Anggota DPRD Bukittinggi, Ir. Aisyah, menjelaskan, reses merupakan salah satu tugas wajib bagi anggotaa dewan, yang dilaksanakan satu kali setiap masa sidang.
Hal ini dilakukan untuk menjemput aspirasi warga, yang tidak tertampung dalam musrenbang.

“Reses kami laksanakan agar masyarakat lebih leluasa menyampaikan aspirasi mereka. Karena tidak dipungkiri, masih banyak permasalahan yang terjadi ditengah warga, namun tidak tersalurkan melalui musrenbang. Untuk itu, kami dari dewan akan fasilitasi dan perjuangkan, baik itu dalam pembahasan bersama dengan pemko untuk direalisasikan melalui dana SKPD, maupun melalui dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD,” ungkap Aisyah.

Lebih lanjut, Ir. Aisyah, mengapresiasi seluruh masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat Guguak Panjang.

Hal ini menjadi landasan bagi anggota dewan dalam pembahasan bersama pemerintah kota.

“Ini yang kami harapkan dari masyarakat dalam reses yang kami lakukan. Dengan aspirasi yang disampaikan, tentu menjadi masukan bagi kami di dewan, untuk pembahasan bersama pemerintah kota. Karena banyak permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, belum terlayani dengan maksimal oleh pemda. Untuk itu akan kita upayakan bersama nantinya, agar apa yang menjadi keluhan warga dapat segera ditanggulangi,” jelas Aisyah.

Dalam reses itu, masih banyak warga yang menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, seperti, peningkatan sarana prasarana jalan, mushalla dan juga lampu penerangan.

Selain itu, juga muncul persoalan penanganan banjir, pengambilan sampah yang sering menumpuk, keamanan lingkungan dan juga masalah kesehatan, khususnya antisipasi masalah DBD.

“Permasalahan itu langsung dijawab oleh SOPD terkait, untuk sampah, akan diupayakan menjemput dua kali sehari, tergantung volume sampah. Masalah banjir, diminta keoada RT setempat untuk segera mengirimkan surat kepada SKPD terkait agar segera ditanggulangi. Sementara untuk antisipasi DBD, diminta kepada warga, untuk tidak mengarapkan fogging, karena tidak terlalu efektif. Namun diimbah kepada warga agar mengaktifkan prigram 3M plus dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top