Kaba Pemko Bukittinggi

Walikota Minta Manfaatkan Bantuan PKH Sesuai Kebutuhan

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah kota Bukittinggi melaunching Program Keluarga Harapan (PKH), di halaman Pustaka Bung Hatta, Jumat (01/03). PKH di Bukittinggi itu langsung dilauching langsung Walikota Bukittinggi dan mengangkat tema “Melalui PKH Kita Wujudkan Keluarga Sejahtera”.

Kepala Dinas Soisal Bukittinggi, Ellia Makmur mengatakan, jumlah bantuan yang dikucurkan untuk Kota Bukittinggi tahun ini PKH bagi 1.539 KK sebesar Rp.8.989.800.000,- BPNT untuk 2.896 KK sebesar Rp.3.822.720.000,- untuk Rutilahu sebanyak 50 rumah sebesar Rp.750.000.000,- dan untuk KUBE 50 kelompok sebesar Rp. 1.000.000,-.

Untuk tahun 2019 selain program PKH, program yang paling menjadi perhatian utama adalah program pemberdayaan fakir miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

“Tahun 2019 kota Bukittinggi mendapat bantuan 50 KUBE, sehingga jumlah KUBE yang ada saat ini mencapai 125 kelompok. Program KUBE memberikan sumbangan yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan keluarga sehingga mempercepat masyarakat keluar dari kemiskinan, disamping itu pada tahun ini Bukittinggi juga menjadapatkan bantuan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RUTILAHU) sebanyak 50 rumah yang diharapkan dapat mewujudkan ruah layak huni sehingga meningkatkan kesehatan dan kenyamanan,” ujarnya.

Kemudian Ellia menjelaskan, PKH dilaksanakan guna meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Selain itu PKH juga dilaksanakan untuk mengurangi beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan keluarga miskin dan rentan miskin serta menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT).

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, PKH merupakan program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial dengan pemberian bantuan bersyarat kepada keluarga miskin dan atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin dengan syarat – syarat terdaftar dalam DPT, ada ibu hamil/anak balita, anak sekolah SD, SLTP, SLTA, Lansia diatas 60 tahun serta disabilitas berat.

“Untuk itu kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah banyak memberikan program untuk kesejahteraan masyarakat di daerah, bagi yang menerima bantuan berhematlah jangan beli keinginan tapi sesuai kebutuhan. Bagaimana kita tinggalkan kemiskinan itu, kepada Lurah agar mengawasi apabila sudah ada yang mampu nantinya jangan dimasukkan lagi, kepada Dinas Pendidikan harus memastikan tidak ada anak Bukittinggi yang tidak bersekolah serta pada Dinas Kesehatan agar tidak ada anak di Bukittinggi yang mengalami gizi buruk,” ujar Ramlan.

Walikota juga mengapresiasi kepada keluarga yang dulunya menerima PKH sekarang tidak lagi mau menerima bantuan tersebut. Dimana pada tahun 2018 jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 114 KPM dan pada tahun 2019 jumlah KPM yang keluar sebanyak 53 KPM sehingga total jumlah KPM PKH yang sudah keluar sebanyak 167 KPM.
“Saya melihat ada kejujuran di masyarakat kita, ini luar biasa,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Walikota Bukittinggi juga memberikan Piagam Penghargaan kepada anak – anak berprestasi Keluarga Penerima Manfaat PKH, Isra Aini Fahira (Juara 2 Bulu Tangkis Tingkat Nasional), Nurul Amanda (Juara 2 Lomba Pidato SMA Tingkat Sumbar), Laila Rahmi (Juara 1 Lomba Solo Song se Sumbar), Rangga Tri Sakti (Juara I Tim Basket tingkat Sumbar), M.Lukman Daud (Juara harapan 1 lomba permainan tradisional), Dinda Amelia (Juara 3 Atletik Porsadin tingkat Sumbar), Yoga Pratama (Juara 1 Lomba Pop Minang se Sumbar) dan Rangga Cahya Ramadhan (juara 3 Kejuaraan Inkanas Sumbar).

Disamping itu juga diberikan sertifikat Graduasi Mandiri kepada keluarga penerima manfaat PKH yang telah meningkat pendapatannya dan keluar dari penerima PKH secara mandiri yang penerimaannya diwakili oleh Rahmi Hayati Nufus (Kel.Kubu Guai Bancah), Nurmaneli (Kel.Birugo) dan Reni Deswita (Kel.Pakan Labuah).

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top