Kaba Terkini

Residivis Tanam Ganja di Ladang Orangtuanya di Matua

Lubukbasung, KABA12.com — FW (40), warga Kecamatan Matua Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tak dapat berkutik saat dirinya dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Agam usai memanen ganja dari ladang miliknya yang berada di Jorong Parik Panjang, Kenagarian Parik Panjang Matua, Rabu (27/02) sekitar pukul 16.15 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Agam, Iptu. Desneri saat pengungkapan kasus kepada awak media di Mapolres setempat, Kamis (28/02) mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya ladang tanaman ganja di wilayah hukum Kecamatan Matua.

Kemudian, sekitar empat hari dilakukan pengintaian bersama pihak Polsek Matua, polisi berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti ganja yang telah dipanennya.

Baca Juga:  Nasrul Abit-Indra Catri Diminta Kembangkan Sungai Pisang Seperti Pantai Carocok Painan

Dikatakan, tersangka FW merupakan mantan narapidana yang baru keluar dari Lapas Biaro satu tahun lalu (residivis) dengan kasus narkotika. Pelaku sempat menjalani masa tahanan di rutan tersebut selama empat tahun.

Tak lepas dari candunya akan barang haram tersebut, FW menanam sendiri tanaman ganja di ladang yang berada di belakang rumah orangtuanya di Nagari Parik Panjang Matua.

“Dari pengakuannya, ganja tersebut telah di tanam selama tiga bulan. Alasan dia menanam ganja tersebut untuk dikonsumsinya sendiri,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Agam.

Baca Juga:  Nilai Bitcoin Sempat Sentuh Level Tertinggi di Rp 261 Juta

Lebih lanjut Kasat Resnarkoba menjelaskan kronologi penangkapan, tersangka dibekuk Polisi tidak jauh dari rumah orangtuanya di Matua, usai memanen batang ganja dan hendak menuju ke Kota Bukittinggi.

“Tersangka saat ini tinggal di Bukittinggi. Jadi sekali satu minggu dia kembali ke rumah orangtuanya di Matua untuk merawat tanaman ganjanya,” ujar Kasat Resnarkoba itu.

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka, Polisi menemukan tiga batang ganja beserta daunnya di dalam tas. Kemudian Polisi melanjutkan penggeledahan ke rumah orangtua tersangka.

Baca Juga:  Camat Tilatang Kamang Buka MTQ IV Nagari Gadut

“Dari rumah orangtuanya itu ditemukan 81 tumbuhan batang ganja yang sudah setinggi 15 cm hingga 1 meter yang tumbuh di ladang yang ada di belakang rumah serta beberapa ditanami di dalam pot. Tidak hanya itu, kita juga menemukan tujuh bungkus plastik bening yang berisikan biji ganja,” jelas Iptu Desneri.

Atas perbuatannya tersebut, FW dikenakan Undang- Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 Pasal 111 dengan ancaman hukuman kurungan 5 hingga 20 tahun penjara.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top