Kaba Terkini

Di Agam Penduduk Miskin Berkurang, Tingkat Keparahan Kemiskinan Meningkat

Lubukbasung, KABA12.com — Tingkat kemiskinan atau jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Agam sejak tiga tahun terakhir mengalami pengurangan yang cukup signifikan.

Akan tetapi tingkat keparahan dan tingkat kedalaman kemiskinan justru cenderung meningkat, sehingga hal tersebut menjadi salah satu isu strategis yang saat ini tengah menjadi bahasan penting Pemerintah Kabupaten Agam untuk menyusun kebijakan pembangunan daerah di tahun 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembanguaan Daerah (Bappeda) Agam, Welfizar selaku Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten dalam Forum OPD yang digelar di aula kantor Bappeda setempat, Selasa (26/02).

“Hal itu kita peroleh dari hasil evaluasi TKPK Kabupaten berdasarkan Data Basis Terpadu (DBT) tahun 2015 dan verifikasi-validasi tahun 2017. Veri–vali BDT periode November tahun 2018 belum tuntas, karena masih menunggu penetapan oleh Kemensos, sehingga very–vali pada tahun 2017 hanya mencakup Data Rastra,” ujarnya.

Merujuk pada profil dan peta kemiskinan Kabupaten Agam tahun 2018, jumlah penduduk miskin di daerah itu pada tahun 2017 sebesar 36,57 ribu orang (7,59%), turun dibanding tahun 2016 yang sebesar 37,55 ribu orang (7,83%).

Itu artinya, selama periode 2016-2017 telah terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Agam sebanyak 0,98 ribu orang atau sebesar 0,24%.

Sementara itu pada periode 2015-2017 terdapat kecendrungan peningkatan indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Agam, yaitu berkisar pada angka 0,89 di tahun 2015 dan memburuk menjadi 0,96 di tahun 2016 dan 2017. Serta peningkatan indeks keparahan kemiskinan dari 0,17 pada tahun 2015, kemudian meningkat menjadi 0,19 di tahun 2016 dan 0,20 di tahun 2017.

“Hal itu menunjukkan kemampuan pengeluaran keluarga miskin semakin jauh dari garis kemiskinan dan program penanggulangan kemiskinan belum benar–benar tepat sasaran,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Kurniawan Syahputra mengatakan pihaknya telah melaksanakan program pemberdayaan fakir miskin serta pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, diantaranya seperti pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (PBI-JKN KIS) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Serta pembinaan peningkatan kapasitas masyarakat kurang mampu, dan pemberian bantuan usaha untuk KUBE fakir miskin dan KUBE program keluarga harapan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agam, Martias Wanto menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan ini perlu peran serta seluruh organisasi perangkat daerah melalui program kegiatannya.

“Tidak ada alasan masyaraat untuk miskin, tapi kita di OPD belum menjemput sampai ketitik itu. Ketika kondisi saat ini terjadi, jumlah masyarakat keluarga miskin menurun tapi kualitas kemiskinannya meningkat, ini berarti kita menikmati keparahan kemiskinan ini. Untuk itu gunanya Forum OPD untuk memikirkan kebijakan dan program apa yang akan kita lakukan untuk penyelesaiannya. Disamping mengatasi jumlah warga miskin, kita juga harus mengetahui penyebabnya sehingga benar-benar bisa teratasi. Kita sepakat, pendataan keluarga miskin perlu dilakukan kembali,” tegasnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top