Kaba Terkini

Tanggulangi Penularan HIV, Seluruh ASN Hingga Perangkat Nagari Di Agam Bakal Diperiksa

Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Agam sediakan 10.000 lebih rapid test HIV menyusul keluarnya instruksi Bupati Agam Indra Catri untuk menscreening seluruh ASN dilingkungan pemerintahannya dari ancaman Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Bisman, Jumat (22/02), di Lubukbasung mengatakan Tes HIV dilakukan untuk mendiagnosis orang yang baru terinfeksi virus. Selain itu, tes HIV dilakukan juga untuk mendeteksi infeksi yang sebelumnya tidak diketahui dan sekaligus untuk memastikan status HIV pada orang yang berisiko HIV.

“Sekitar 3 bulan kedepan, mulai 28 Februari kita akan melakukan pengecekan sampel darah dengan menggunakan alat rapid test. Tes cepat dengan reagen yang sudah dievaluasi oleh instusi yang ditunjuk Kementerian Kesehatan dapat mendeteksi baik antibodi terhadap HIV-1 maupun HIV-2,” ujarnya.

Lebih lanjut Bisman menjelaskan, dari rapid test tersebut nantinya akan diketahui apakah ASN yang discreening itu negatif HIV (non-reaktif) atau positif HIV (reaktif), “untuk mengetahui hasilnya kurang dari 20 menit, akan ada muncul garis pada rapid test, seperti test pack kehamilan, dan itu tentunya akan dilakukan tim medis dari Dinkes,” jelasnya.

Jika hasil tes HIV menunjukkan hasil non-reaktif, artinya aparatur sipil negara tersebut tidak terinveksi HIV. Sebaliknya, jika hasil tes menunjukkan reaktif maka perlu dikonfirmasi ulang dengan tes laboratorium tambahan, sebelum hasil akhir HIV positif dapat diberikan.

“Jika hasilnya menunjukkan reaktif, tentunya akan diobati, meski higga kini belum ditemukan obat penyembuh HIV, namun kita bisa lakukan konseling atau bisa dibantu dengan terapi ARV (anti-retro-viral) untuk menekan perkembangbiakan virus dalam tubuh, karena Virus HIV menyerang daya tahan tubuh,” jelasnya lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra Rusli saat sosialisasi screening HIV/AIDS Rabu lalu mengatakan, tes HIV akan dilakukan bagi seluruh ASN di Kabupaten Agam hingga di Kecamatan, baik pegawai honorer, kontrak, ataupun tenaga harian lepas, bahkan juga akan dilakukan pada seluruh perangkat nagari beserta anggota Bamus Nagari.

“Hal ini bertujuan supaya virus HIV lekas terdeteksi dan bisa segera dilakukan penanggulangannya, sehingga tidak berkembang menjadi AIDS,” kata Kadinkes Agam.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat terdapat 37 penderita HIV/AIDS pada tahun 2017-2018,dan enam orang diantaranya telah meninggal dunia, yang terdiri dari satu laki-laki dan lima perempuan. Dimana, penderita virus itu berasal dari Kecamatan Lubukbasung, Palembayan, Tanjungmutiara, Malalak, Ampeknagari, dan Tanjungraya.

baca juga: Dua Tahun Terakhir Dinkes Agam Catat 37 Penderita HIV-AIDS, 6 Meninggal

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top