Kaba Pemko Bukittinggi

3 M Plus dengan PSN Efektif Antisipasi DBD

Bukittinggi, KABA12.com — Beberapa daerah di Indonesia, saat ini tengah disibukkan dengan maraknya kasus Demam Berdarah (DBD. Bahkan secara nasional, selama bulan Januari 2019, tercatat sebanyak 15.132 warga Indonesia terinfeksi penyakit DBD, 145 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, melalui Kabid, Salvi Raini, menjelaskan, jumlah itu terus bertambah sampai Februari ini. Bahkan, terhitung sampai awal Februari, penderita DBD di Indonesia terus meningkat menjadi 16.692 orang dan 169 diantaranya meninggal dunia.

“Namun demikian hingga saat ini, Alhamdulillah untuk kota Bukittinggi sendiri, penyakit DBD masih dapat dikendalikan. Bukan tidak ada, namun jumlahnya masih tidak signifikan. Dimana pada bulan Januari 2019, terdata ada 10 kasus DBD di Bukittinggi dan hingga awal Februari tercatat 2 kasus DBD di Bukittinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dinas kesehatan Bukittinggi menyampaikan, meskipun jumlahnya signifikan, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat, untuk dapat terus menjaga kesehatan, khususnya kebersihan dan kesehatan berbasis lingkungan. Pola antisipasi 3M plus dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai perkembangbiakan dan penyebaran penyakit DBD di tengah masyarakat.

“Pola 3 M plus, Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, Menimbun barang bekas dan kegiatan pembersihan berbasis lingkungan. Pola 3 M plus itu, menjadi titik tolak sistem Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), karena memang nyamuk aides aegypti yang dapat membawa virus DBD, satu ekornya dapat bertelur 100 hingga 150 ekor dalam satu kali bertelur. Dan nyamuk itu, dapat bertelur hingga empat kali. Ini yang harus diberantas dan diantisipasi sejak dini,” jelas Salvi.

Lebih lanjut, Salvi menjelaskan, memang pemko menyiapkan fogging yang dapat dilaksanakan dengan protap khusus. “Namun dapat dijelaskan fogging tidak menjamin untuk mematikan nyamuk aides aegypti. Tapi, sistem 3 M plus dan PSN lah yang sangat efektif untuk membasmi nyamuk itu,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, dr. Rina, menjelaskan, selama bulan Januari 2019, tercatat telah melayani 11 pasien DBD. Jumlah itu menurun dari dua bulan terakhir, dimana pada bulan November 2018, RS Ibnu Sina Yarsi menangani 23 pasien dan pasa Desember 2018, sebanyak 14 pasien DBD.

“Pasien yang diberi perawatan di RS Yarsi, tidak seluruhnya berasal dari Bukittinggi. Karena ada dari Agam dan juga Payakumbuh. Kami tetap akan melayani secara maksimal, seluruh keluhan pasien, terutama penyakit DBD ini,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top