Kaba Terkini

Angka Kematian Ibu dan Bayi Meningkat Di Agam

Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam mencatat, angka kematian ibu melahirkan dan bayi meningkat pada 2018.

Tercatat angka kematian ibu (AKI atau MMR) meningat dari 133,53 menjadi 167,4 per 100.000 kelahiran hidup, atau 12 orang ibu melahirkan meninggal dunia. Sedangkan angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) dari 8,4 naik menjadi 9,6 per 1.000 kelahiran hidup, atau sebanyak 69 bayi meninggal dunia selama tahun itu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hurul Aini didampingi staf Kesehatan Keluarga, Bismi Hayati mengatakan, kematian itu disebabkan adanya penyakit yang dialami korban, serta kondisi sosial masyarakat yang masih minim edukasi kesehatannya.

“Secara kualitas pelayanan kita tidak ada kendala, bahkan untuk penyebab 4 terlalu dan 3 terlambat kita juga tidak ada masalah. Penyebab kematian ibu melahirkan dan bayi biasanya sejalan, lantaran karena adanya penyakit yang diidap pasien, seperti pendarahan, hipertensi, penyakit TB dan penyakit bawaan lainnya. Tidak hanya itu, kematian juga dipengaruhi karena minimnya edukasi kesehatan yang diterapkan keluarga pasien,” ujarnya saat diwawancarai KABA12.com di ruang kerjanya, Kamis (07/02).

Dia menyebutkan, dari beberapa faktor penyebab kematian itu, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyebab terbanyak kematian ibu dan bayi. Tercatat sesuai data, 8 dari 12 ibu yang meninggal disebabkan karena hipertensi.

“Hipertensi yang dialami ibu-ibu saat melahirkan ada yang disebabkan karena gaya hidup dan pola makan yang buruk atau tidak sehat.

Angka kematian itu juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data angka kematian ibu melahirkan dan bayi pada tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2017 lalu, terdapat 10 orang ibu dan 64 bayi meninggal dunia.

“Namun, jika dibandingkan dengan angka secara nasional, angka kematian ibu dan anak di Agam masih terbilang level aman atau rendah. Karena angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 305 per 100 ribu kelahiran hidup, sementara kita di Agam 167 per 100.000, ” sebutnya.

Untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam melaui petugas kesehatan yang ada di pusat pelayanan kesehatan selalu menghimbau dan mengarahkan para ibu hamil untuk menerapkan pola hidup sehat di dalam keluarga.

“Permasalahan kematian ibu dan bayi memiliki penyebab yang kompleks, sehingga upaya penurunannya memerlukan kolaborasi berbagai sektor seperti profesional di bidang kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, terutama bagaimana menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top