Kaba Terkini

Di Agam Produksi Jagung Melebihi Padi

Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam mencatat, selama tahun 2018 hasil produksi jagung melebihi realisasi produksi padi.

Sekretaris Distan Agam, Zufren mengatakan prdoktifitas jagung hampir 7 ton per hektar, sementara padi hanya 5 higga 6 ton per hektar. Hal itu dikarenakan ketertarikan masyarakat Luhak Agam untuk menanam jagung lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Jadi kita pun cemas ada keterkaitan antara Ranperda LP2B yang tengah disusun Pemda bersama DPRD saat ini, dimana lahan pertanian berkelanjutan mewajibkan pangan yang ditanam itu adalah padi. Sementara masyarakat saat ini lebih tertarik kepada jagung, karena prosesnya gampang. Jagung ditanam, usia 1 hingga 1,5 bulan disiang dikasih pupuk, setelah itu kita hanya menunggu panennya saja lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kemudahan proses penanaman jagung hingga dapat dipanen 3 kali setahun menjadi acuan masyarakat untuk lebih memilih bertanam jagung dibandingkan padi.

“Jika dibandingkan produktifitas antara jagung dan padi juga jauh meningkat. Dulu perbandingannya 1:8, namun sekarang sudah 1:2,” jelasnya.

Meskipun demikian kata Zufren, hasil produksi padi di Agam masih tetap surplus setiap tahunnya.

Hasil produksi padi di wilayah Agam ada sekitar 463.000 ton. Hal itu melebihi konsumsi masyarakat yang hanya sekitar 7-8kg/kapita/bulan/orang. Sehingga hasil produksi tetap surplus.

Sedangkan hasil produksi jagung yang baru dikembangkan di wilayah Palembayan, Ampekangkek, Lubukbasung, dan sebagaian kecil Maninjau sudah mencapai 176.000 ton.

“Target padi kita masih jauh dari sasaran, cuman kita akan tetap berusaha. Pertumbuhan kita maksimalkan 5% pertahun, 2018 kemaren masih 3-3,5%. Sementara target menanam jagung pada tahun 2019 ini ada 1.000 hektar,” ulasnya.

Zufren menambahkan, pada tahun 2019 Agam juga mendapat kegiatan tumpang sari jagung dan padi seluas 200 hektar yang nantinya akan dikembangkan di Kecamatan Tanjungraya dan Palupuah. Dengan jenis padi gogo (ladang) dan jagung super hibrida BISI.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top