Pariwara Pemkab Agam

Perkokoh Komitmen Agam Madani Operasional Organ Tunggal Ditertibkan

Untuk mengaplikasikan dan memperkokoh komitmen Agam madani ditengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Agam tertibkan operasional organ tunggal di seluruh wilayah kabupaten Agam.

Penertiban kegiatan organ tunggal itu, diberlakukan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan Pemkab Agam melalui peraturan bupati (perbup), dan yang menyalahi ketentuan akan ditertibkan, termasuk penghentian kegiatan hiburan. Kondisi ini berlaku untuk kegiatan hiburan saat kenduri atau kegiatan lain.

Untuk pelaksana penertiban lapangan, Pemkab Agam sudah mengintruksikan jajaran Satpol PP Agam untuk terjun ke lapangan untuk menertibkan kegiatan hiburan organ tunggal, baik yang dilaporkan masyarakat, maupun hasil patrolI rutin ke lapangan. Hal ini juga diberlakukan di jajaran kecamatan yang ditangani langsung oleh camat dan wali nagari berkoordinasi dengan jajaran Satpol PP Agam.

Pernyataan itu ditegaskan Sekab Agam M.Dt.Maruhun menyusul keresahan dan semakin banyaknya laporan masyarakat terkait dengan kegiatan organ tunggal di berbagai wilayah di kabupaten Agam yang kini semakin mengabaikan etika dan banyaknya potensi penyakit masyarakat, baik minuman keras atau potensi kasus lainnya.

Ditegaskan M.Dt.Maruhun, pemerintah prihatin dengan maraknya kegiatan-kegiatan hiburan yang berlangsung hingga larut malam, bahkan sudah diwarnai dengan banyaknya peredaran minuman keras termasuk aksi-aksi yang menyalahi etika moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Minangkabau.

Secara khusus, masalah yang kini berkembang tersebut, sudah dirumuskan bersama, dan ditetapkan, Pemkab Agam melalui Satpol PP akan menertibkan ke lapangan, jika diperoleh laporan dan jika ditemukan di lapangan saat patroli rutin, “ kegiatan hiburan akan langsung ditertibkan, dan petugas akan mendata pemilik organ tunggal dan memberi masukan, sekaligus mensosialisasikan pelarangan kegiatan hiburan malam hari pada penanggungjawab kegiatan,” tegas Sekab Agam itu lagi.

Secara khusus, penertiban itu sudah diberlakukan pihaknya di berbagai tempat, baik di wilayah kecamatan Lubukbasung, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara dan berbagai kecamatan lain, dan sudah dilakukan pendataan, “ kita berharap, sikap tegas Pemkab Agam itu didukung bersama untuk mengantisipasi dampak negative senantiasa bisa muncul, “ ulas M.Dt.Maruhun lagi.

– (***).-

Disosialisasikan Sejak Lama

Terkait dengan penertiban dan pelarangan kegiatan hiburan malam hari menggunakan sarana hiburan organ tunggal itu, sudah disosialisasikan sejak lama, menyusul ditetapkan peraturan bupati Agam sejak tahun 2017 lalu.

Pelarangan dan penertiban tersebut, diyakini sudah diketahui dan dipahami masyarakat, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengawal visi Agam madani yang menjadi pilar penting bagi kabupaten Agam dalam mendorong kemajuan daerah, ditengah semakin beratnya tantangan kemajuan teknologi informasi saat ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias wanto Dt.Marahun, didampingi Kabag.Humas Sekab Agam Hilton, SH,Msi, sikap tegas pemerintah itu dilaksanakan di lapangan, karena sudah semakin banyaknya laporan dan keresahan masyarakat akan kegiatan malam hiburan yang banyak menyalahi etika moral dan tatanan yang berlaku dalam masyarakat.

Sekab Agam M.Dt.Maruhun, mengaku prihatin dan kecewa, karena sudah sejak lama, berbagai elemen terkait, termasuk para pengusaha hiburan, khususnya pemilik organ tunggal disosialisasikan bahkan sudah sejak lama memahami peraturan bupati Agam tentang batas waktu kegiatan malam hari tersebut.

“ Kita sudah melangkah dengan penertiban, dan jika ada yang menyalahi ketentuan, kegiatan malam kegiatan akan langsung dihentikan oleh personil Satpol PP Agam, “ tegas M.Dt.Maruhun.

Sekab. Agam itu meyakinkan, Perbup.Agam terkait dengan pembatasan kegiatan hiburan malam hari terutama penggunaan organ tunggal, justru didasari atas aspirasi masyarakat dan tuntutan penegakan visi Agam madani sesuai prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

-(***)

Penertiban Untuk Antisipasi Dini

Langkah penertiban operasional malam hiburan menggunakan organ tunggal oleh Pemkab Agam sesuai dengan peraturan bupati Agam tersebut, merupakan upaya untuk mengantisipasi sejak dini berbagai potensi yang merugikan masyarakat terutama generasi muda.

Pasalnya, kegiatan malam hiburan dengan organ tunggal, sesuai fakta di lapangan, banyak terjadi pelanggaran etika dan memicu terjadinya berbagai penyakit masyarakat. Tidak hanya aksi panggung para penyanyi yang seronok menyalahi etika adat dan agama, juga potensi penyakit masyarakat, dengan berpotensi beredarnya minuman keras, narkoba dan aksi-aksi lain.

Kepala Bagian Humas Sekab Agam Hilton, SH,Msi menyebutkan, sikap tegas Pemkab Agam dengan penertiban kegiatan malam hiburan melewati batas waktu itu, sudah diberlakukan di berbagai tempat, dan penertiban itu sendiri didasari atas keluhan dan aspirasi masyarakat yang resah dengan aksi-aksi yang banyak melanggar etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat kabupaten Agam.

“ Sesuai instruksi bupati, sudah dilakukan penertiban di lapangan dan berbagai pihak terkait sudah diberikan sosialisasi termasuk catatan, agar langkah penertiban itu, bisa menjadi acuan bersama untuk tidak diulangi, “ tegas Hilton.

Secara khusus, tim penertiban dikoordinir Satpol PP Agam secara konsisten akan menertibkan kegiatan hiburan malam organ tunggal di berbagai wilayah kabupaten Agam, dan bagi yang menyalahi ketentuan itu akan diberikan sangsi sesuai peraturan bupati tersebut.

-(***).-

Bangun Komitmen Bersama

Terkait penertiban hiburan malam organ tunggal tersebut, bupati Agam Doktor Indracatri berbagai, seluruh pihaknya bisa membangun komitmen bersama, karena sikap tegas pemerintah tersebut, sepenuhnya untuk masyarakat dan masa depan daerah.

Diharapkan, langkah Pemkab Agam tersebut, didukung bersama, dalam satu kesatuan komitmen sesuai dengan visi misi Agam madani, dengan pilar adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Minangkabau, “ kami berharap, seluruh elemen masyarakat terutama kalangan ninik mamak dan tokoh masyarakat, ikut mengontrol hal itu, “ tegasnya.

-(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top