Kaba Terkini

Matangkan RKPD 2020, Pemkab Agam Lakukan Konsultasi Publik

Lubukbasung, KABA12.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Agam menggelar konsultasi publik di aula kantor Bappeda setempat, Kamis (24/01) siang. Tujuannya untuk menyempurnakan dan mematangkan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Agam tahun 2020.

Kepala Bappeda Agam, Welfizar mengatakan untuk menyusun rencana awal RKPD, telah dimulai dengan evaluasi capaian rencana kerja (Renja) tahun 2018, dengan melaksanakan workshop kepada tim evaluasi Renstra dan Renja untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam melakukan evaluasi dengan baik.

“Tim telah melakukan klarifikasi dan menggali akar permasalahan agar dalam merumuskan program kegiatan lebih tepat sasaran. Dari hasil evaluasi tersebut didapati bebrapa hal yang masih belum sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya, bahkan masih ada beberapa capaian indikator yang masih berada dibawah nilai 75 atau masih raport merah,” ujarnya.

Welfizar menjelaskan, beberapa poin yang masih belum sesuai harapan itu seperti, perkembangan kontribusi sektor industri pengolahan yang sangat lambat, produktifitas dan daya saing industri pengolahan masih rendah, namun akar masalahnya belum didapatkan sehingga arahan program jadi mengembang.

Kemudian angka putus seklah SD, dan SMP meningkat, sementara penyebabnya belum tergali. Lalu data terbaru mengenai tingkat kemiskinan menunjukkan penurunan cukup signifikan sebesar 0,73% dari 7,59% menjadi 6,76%, namun tingkat keparahan dan tingkat kedalamannya malah meningkat, ini yang belum dketahui apa permasalahannya?

“Bahkan masih terdapat perbaikan data yang hingga hari ini masih belum tersedia. Olehsebab itu kita berharap dalam konsultasi publik ini kita memperoleh masukan untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD dari stakeholder terkait seperti tokoh masyarakat, organisasi profesi, walinagari, camat, dan kepala OPD yang hadir,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri yang hadir langsung membuka kegiatan konsultasi publik itu mengaku dirinya sangat sensitif dengan hasil evaluasi yang diperoleh oleh tim evaluasi Renstra dan Renja 2018. Untuk itu dia berharap agar rencana kerja Pemda pada tahun 2020, pembangunan diarahkan kepada upaya menjadikan pariwisata sebagai pendorng utama pembangunan ekonomi daerah.

“Saya sensitif dengan hasil evaluasi tim. Saya berharap, kita dipemerintah ini mudahan bisa dipakai oleh Allah untuk mengijabah doa masyarakat melalui kebijakan yang kita buat. Kenapa tidak menjadikan sektor pariwisata sebagai arah kebijakan tahun 2020, karena dengan pariwisata akan membangkitkan sektor lainnya,” ujar Bupati.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top