Kaba Pemko Bukittinggi

Suku Pisang Banto Darano Lewakan Datuak Mantari Basa ke Pemko

Bukittinggi, KABA12.com — Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek, malewakan Gala Datuak Mantari Basa.

Sekitar 20 orang rombongan dari Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek mengantarkan Abdul Fatah Datuak Mantari Basa bertemu dengan Walikota Bukittinggi di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi, Selasa, (22/01).

Abdul Fatah Datuak Mantari Basa diangkat sebagai Datuak pada prosesi Batagak Gala Datuak Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek pada Minggu 20 Januari 2019 lalu. Prosesi Batagak Gala Datuak itu diangkatkan setelah tokoh yang menyandang gelar Datuak Mantari Basa yang lama meninggal dunia.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Suku Pisang Banto Darano dan Abdul Fatah Datuak Mantari Basa yang telah datang malewakan gala kepada Pemko Bukittinggi. Ramlan mengakui, berdasarkan pengalaman yang ia rasakan selama memimpin Bukittinggi kurang lebih tiga tahun ini, keberadaan kaum adat dan pemuka agama sangat penting di Bukittinggi.

Dalam menjalankan pemerintahan, pemko perlu dibantu oleh kaum adat dan pemuka agama.
Atas nama pemerintah, Ramlan berharap hubungan yang baik dan erat tetap terjalin dengan kaum adat terutama Suku Pisang Banto Darano Campago Guguak Bulek. Tentunya pemko menunggu masukan dan kerjasama dalam membangun Bukittinggi. Terutama mempertahankan adat budaya masyarakat Bukittinggi.

“Ini amanah yang jika dianggap berat maka terasa berat, tapi jika dijalankan dengan ringan maka terasa ringan. Tentu jika ada persoalan dalam membangun Guguak Bulek yang berkaitan dengan Pemko maka akan dibawa duduk bersama untuk menyelesaikannya,” ungkap Ramlan.

Sementara, Abdul Fatah Datuak Mantari Basa dalam kesempatan itu menyatakan, hal pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan musyawarah dengan anak kemenakan di kampuang. Dalam rangka mangamehkan yang tacicia dan menyatukan kembali anak kemenakan di kampuang. Termasuk juga menata kembali ranji pasukuan dan penjagaan tanah nagari.

“Ini amanah yang cukup besar bagi kami. Namun Insya Allah akan dilaksanakan sepenuh hati untuk mangamehan nan tacicia sarato manyatukan kambali anak kamanakn di kampuang,” ujar DT. Mantari Basa.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top