Kaba Terkini

Beri Akses Jalan Petani, Perantau Lubukbasung Buka Jalan Baru

Lubukbasung, kaba12.com — Guna memberikan akses jalan bagi para petani untuk menjajakan hasil ladangnya ke pasar tradisional,Kasmir (68)seorang perantau asal Lubukbasung, Kabupaten Agam, membuka jalan baru sepanjang empat kilometer dan lebar lima meter di kampung halamannya.

Ia mengatakan, jalan dengan panjang empat kilometer itu menghubungkan antara Pariak Panjang, Koto Batu, Ampu, Silayang dan daerah lain di Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung.

“Badan jalan itu dengan luas aspal tiga meter, bahu kiri dan kanan jalan satu meter,”ulasnya.

Disamping itu, lahan untuk pembukaan jalan baru itu sudah bebas dan tanpa ganti rugi dari pemilik lahan.

Baca Juga:  Masjid Hidayah Bagikan Rp 66 Juta Infak Yatim Untuk 33 Anak

Pembukaan jalan baru itu untuk memudahkan petani membawa hasil pertanian dan perkebunan dari lahan ke pasar tradisiinal di daerah itu.

Selain itu, untuk amal ibadah, membuka daerah untuk pemukiman dan harga tanah akan naik.
“Dengan adanya jalan ini, petani dengan mudah membawa hasil pertanian, warga akan membangun rumah di lahan mereka dan harga tanah akan tinggi. Ini tujuan dari pembukaan jalan tersebut,”ujar Kasmir yang juga pemilik PT Uniteda Arkato yang bergerak dibidang alat berat.

Diceritakan, pembukaan jalan baru itu berawal saat pihaknya pergi ziarah ke makam orang tuanya di lokasi pembukaan jalan tersebut saat Ramadhan 1439 Hijriyah.

Baca Juga:  Martias Tanjung, David Chalik dan Fauzan Haviz Daftar ke Gerindra

Saat itu, perantau yang menetap di Jakarta itu terjatuh ke sawah karena belum memiliki jalan.

Sampai di rumah, ayah empat anak ini menceritakan kejadian keponakannya dan keponakannya mengusulkan untuk membuka jalan baru.

Usulan tersebut disetujui dengan syarat lahan sudah bebas dan Rukun Keluarga (RK) mengurus ke pemilik tanah.

“Beberapa bulan setelah itu, koponakan saya menyampaikan kabar bahwa pemilik tanah mau menyerahkan sebagian lahan mereka untuk jalan,” tegasnya.

Dengan dibebaskannya lahan itu, pihaknya mengerahkan tiga alat berat miliknya untuk membuka jalan baru tersebut.

Saat ini, jalan yang sudah selesai dibuka sekitar 600 meter dengan waktu enam hari dan dana untuk pembukaan jalan sepanjang empat kilometer tersebut sekitar Rp1,5 miliar.

Baca Juga:  Usai Pawai Alegoris, Sampah Bertaburan di Lubukbasung

“Dana Rp1,5 miliar ini digunakan untuk bahan bakar dan gaji operator alat berat. Dana ini belum termasuk sewa alat berat dan semua biaya itu dari saya,”terangnya.

Ditambahkan, nantinya jalan tersebut akan diserahkan ke walinagari guna menyerahkan ke Pemkab Agam untuk peningkatan selanjutnya.

“Program pembukaan jalan ini merupakan konsep dari Jepang. Di Jepang, masyarakat yang membuka jalan sesuai kebutuhan mereka, setelah itu menyerahkan ke pemerintah ,” ulasnya.
(Virgo/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top