Kaba Pemko Bukittinggi

Bukittinggi Terbuka – Tradisional 2018 Ditutup Walikota. Kamang Crome Kembali Juara

Bukittinggi, KABA12.com —- Kuda Kamang Chrome memang pantas menyabet gelar kuda legenda Sumatera Barat.

Pasalnya, disetiap kejuaraan yang diikutinya, kuda milik dr. Delfi Nurmatias ini, selalu meraih gelar juara, seperti pada pacuan kuda Bukittinggi Terbuka dan Tradisional 2018, di Galanggang Bukik Ambacang.

Pada hari pertama, Sabtu (29/12), Kamang Chrome yang turun di kelas AB terbuka jarak 1800 meter, keluar sebagai juara ke II. Hal ini diakui memang banyak menimbulkan rasa sedikit kecewa bagi para penggemarnya.

Namun, pada hari kedua, Minggu (30/12), kuda Kamang Chrome yang telah menjadi idola masyarakat Sumbar, khususnya Bukittinggi-Agam, berhasil menjuarai kelas Boko, dengan jarak 1600 meter.

Diawal setelah lepas dari box start, kuda yang pernah menjadi juara nasional derby Indonesia tahun 2017 ini, seperti memberi kesempatan untuk tiga kuda lainnya berpacu didepannya. Saat memasuki putaran kedua, dibawah kendali sang joki Tripan Eri, yang memang sudah akrab dengan kuda satu ini, Kamang Chrome melejit bak roket dan memimpin cukup jauh dari tiga kuda lainnya, hingga menyentuh garis finish.

“Inilah pacuan kuda, tidak bisa selalu diprediksi kita akan menang. Namun kita selalu upayakan yang terbaik. Alhamdulillah, kita lihat hasilnya di kelas boko ini,” ujar pelatih Kamang Chrome, Tuan Amris, yang sudah mendapatkan lisensi sebagai pelatih kuda nasional.

Dari kelas boko itu, Kamang Chrome, berhasil meraih juara 1. Posisi kedua diraih kuda Putra Raya II dan posisi ketiga diraih kuda Yara Flash, yang ketiganya merupakan kuda Bukittinggi-Agam.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang juga selaku Ketua Pordasi Sumbar, menyampaikan, kelas boko itu, menjadi penutup rangkaian kegiatan pacuan kuda Bukittinggi Terbuka dan Tradisional 2018. Selama dua hari pelaksanaan, event ini berjalan baik dan sukses.

“Kita sangat bangga dengan pelaksanaannya. Terima kasih kepada panitia dan peserta, pemilik kuda serta seluruh masyarakat yang meramaikan Galanggang Bukik Ambacang. Kedepan akan kita upayakan beberapa peningkatan fasilitas. Seperti pembuatan Mushalla dan toilet yang representatif dan juga pembenahan lainnya,” ujar Ramlan saat menutup pacuan kuda Bukittinggi Terbuka dan Tradisional 2018, Minggu (30/12).

Selanjutnya, pacuan kuda di Sumatera Barat, akan dilaksanakan pada bulan Februari 2019 mendatang di kota Payakumbuh, sedangkan Bukittinggi Wisata Derby 2019, direncanakan akan digelar pada akhir Maret 2019 mendatang.

(Ophik)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top