Pariwara Pemko Bukittinggi

PHI ke 90 Meriah. Persembahkan Tokoh Wanita dan Nuansa Adat Budaya

Bukittinggi, KABA12.com — Kemeriahan menghiasi peringatan Hari Ibu ke 90, di lapangan Wirabraja Bukittinggi, Sabtu (22/12).

Ribuan tamu undangan membanjiri lapangan Kantin, untuk mengikuti puncak kegiatan yang bertema “bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”.

Kota Bukittinggi yang dipercaya sebagai tuan rumah pelaksana, dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan ini, yang diawali dengan gala dinner Jumat, (21/12) malam di halaman Balaikota Bukittinggi.

Selanjutnya, rombongan diarak dengan bendi, kendaraan tradisional Bukittinggi dan kereta kencana yang dinaiki oleh Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise dengan Ketua TP PKK Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno, dari Novotel menuju Lapangan Wirabraja.

Kemeriahan yang kental dengan nuanda adat budaya, juga menjadi poin utama, dalam penyambutan rombongan oleh tarian massal galombang panjang dengan jumlah 234, yang melambangkan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 234.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyambut baik dipilihnya Bukittinggi sebagai tuan rumah pelaksanaan acara berskala nasional ini.

Hal ini tentu akan lebih membesasarkan nama Bukittinggi di mata Indonesia dan juga dunia.

“Alhamdulillah kita Bukittinggi dipilih untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan peringatan hari ibu tahun 2018 ini. Apalagi peringatannya bergandengan dengan peringatan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 234 tahu. Kita sangat bersyukur dan bangga, atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat. Kita telah siapkan seluruhnya untuk tampil maksimal. Seluruh tamu yang datang dari pusat, kita terima dengan layanan yang maksimal. Termasuk para tamu dari seluruh Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan kepada kami kota Bukittinggi,” ungkap Ramlan.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengapresiasi sosok dan semangat Menteri PPPA serta perempuan inspiratif lainnya, yang dapat dijadikan sebagai sosok Kartini masa kini.

Perempuan menjadi tokoh penting dibalik kesuksesan seorang laki laki, bahkan menjadi kunci sukses dalam membangun bangsa dan negara.

“Tanpa perempuan, laki-laki bukan apa-apa. Perempuan tokoh penting dalam kehidupan. Banyak tokoh penting wanita nasional yang lahir di Sumatera Barat. Polwan pertama lahir di Bukittinggi, Wartawan wanita pertama juga lahir di Sumatera Barat. Tentunya akan banyak tokoh lainnya di masa kini yang dapat berdampingan bersama kaum laki-laki untuk membangun bangsa dan negara ini,” ujar Irwan Prayitno.

Selain itu, Gubernur juga mengucapkan selamat hari jadi kota Bukittinggi ke 234 tahun. “Bukittinggi makin tua makin menjadi. Semakin bersolek dan kita apresiasi ini, semoga semakin sukses dan semakin berkembang kedepannya,” ungkap Gubernur.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise, menjelaskan, Peringatan Hari Ibu bukanlah mother’s day yang dimaknai sebagai hari istimewa untuk memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang selama ini berjasa di dalam peran domestik.

Hari Ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat serta perjuangan kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan, merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan Hari Ibu (PHI) hakikatnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” tutur Menteri PPPA, Yohana Yembise dalam Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 tahun 2018 di lapangan Kantin, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Terkait tema PHI ke-90, “bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa.”

Menteri Yohana menuturkan berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan dan bentuk-bentuk perlakuan diskriminasi lainnya.

“Oleh karena itu, diperlukan keseriusan melalui berbagai cara untuk mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama/pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai,  karakter, dan budi pekerti,” tegasnya.

Selain mendorong stakeholder untuk memberikan perhatian, pengakuan, dan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh dan energi positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak, dan kemajuan perempuan.

Hal ini memberikan keyakinan besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Dewasa ini, terbukti perempuan mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change) dalam berbagai sektor kehidupan.

“Saya berharap PHI ke-90 tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan serta meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Maju terus perempuan Indonesia, terus berkarya, terus berinovasi, dan terus berjuang,” tegas Menteri Yohana.

Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan pesan khusus melalui video yang diputarkan dalam kegiatan ini. Presiden mengapresiasi peran perempuan yang selalu berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia serta kebhinekaan. “Selamat Hari Ibu ke 90 , 22 Desember 2018. Terima kasih para ibu seluruh Indonesia,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Dalam kegiatan ini, juga diserahkan penghargaan kepada wanita inspiratif Sumatera Barat. Dimana juara pertama diraih oleh Ria Deviana dari kota Bukittinggi.

Kegiatan di Bukittinggi ini menutup seluruh rangkaian kegiatan PHI ke-90 tahun 2018 untuk menyuarakan aspirasi kaum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yohana tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan, yaitu OASE KK, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), TP PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari, Gubernur dan jajaran pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Barat, Walikota dan jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi, semua Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga masyarakat, mitra kerja lain, dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang sudah berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan PHI.

(Ophik)
                                             

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top