BPBD Kab. Agam

Ketangguhan PRB Harus Dilakukan Secara Berkelanjutan

Medan, KABA12.com — Kepala BNPB Willem Rampangilei melalui video conference pada acara Puncak Peringatan Bulan PRB tahun 2018 di Sumatera Utara menyampaikan, strategi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) telah dimasukkan dalam prioritas nasional kedua dari lima prioritas nasional Indonesia.

Meski demikian, upaya PRB harus dilakukan terus menerus dalam mengantisipasi dan menghadapi sekian macam ancaman bencana.

“Bencana bersifat dinamis, ketangguhan yang dibangun harus berkelanjutan. Membangun masyarakat tanggap bencana menjadi budaya sadar bencanan harus terus diimplementasikan agar PRB bisa dilakukan secara masiv, cepat dan efektif,” katanya.

Baca Juga:  Komisi Informasi Sumbar Nilai Keterbukaan Informasi Publik Nagari Koto Baru

Willem Rampangilei mengatakan, PRB harus dilakukan meski mengalami keterbatasan, “untuk itu diperlukan kebijakan dan terobosan baru agar kita lebih banyak dapat menyelamatkan nyawa dari ancaman bencana,” tegasnya.

Menanggapi penyampaian Kepala BNPB tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi yang turut menghadiri acara Puncak Peringatan Bulan PRB tahun 2018 di Ballroom Hotel Santika Medan, Sumatera Utara, Rabu (24/10) menyebutkan arahan yang disampaikan Kepala BNPB telah dan akan terus diterapkan oleh BPBD Agam kepada masyarakat didaerahnya.

Baca Juga:  Masuk 5 Besar Nasional, TPID Ampek Angkek Dinilai Tim Kemendes RI

Hal itu diimplementasikan melalui pembinaan kepada masyarakat dan komunitas Kelompok Siaga Bencana (KSB), Kelompok Siaga Bencana Sekolah (KSBS), Pramuka Peduli dan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana lainnya.

“Kita di Agam akan terus melakukan pembinaan secara dini, baik kepada masyarakat, pihak kantor pemerintahan, termasuk siswa dan bahkan melakukan kegiatan mitigasi bencana terhadap anak usia dini. Kita lakukan sebanyak mungkin sehingga kesiapan masyarakat di Agam betul siap diri, keluarga, komonitas serta lapisan lembaga dunia usaha akan potensi bencana yang mengancam,” ujarnya.

Baca Juga:  Asrama TNI di Jambi Ludes Dilalap Sijago Merah

Yunaidi menyebutkan, hingga kini telah terbentuk 54 KSB, 20 KSBS, dan 3 kelompok pramuka peduli dari tingkat pendidikan SD, SMP/MTs dan SMA.

“Target PRB kita nantinya kembali akan menggaet lembaga dunia usaha seperti BUMN dan BUMD yang ada diwilayah Agam. Karena dalam pola segitiga biru lambang BNPB ada pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha sebaai mitra,” ulasnya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top