Kaba Terkini

Triwulan III 2018 PAD Agam Tidak Capai Target

Lubukbasung, KABA12.com — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam sampai dengan triwulan III 2018 mencapai Rp.74,1 milyar atau sebesar 69,86% dari yang ditargetkan sebesar Rp. 106 milyar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Agam melalui Kabid PAD I, Emra Suspilip mengungkapkan, penerimaan PAD tersebut terdiri dari penerimaan pajak daerah sebesar Rp. 22,6 milyar, retribusi daerah Rp. 4, 01 milyar, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp. 8,4 milyar dan penerimaan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp. 39,05 milyar.

Baca Juga:  D'Palano Art Sambut Pebalap Etape V TdS 2019 di Lubukbasung

“Meski belum mencapai target, namun jika dibandingkan dengan PAD ditriwulan yang sama pada tahun lalu, realisasi pendapatan tahun ini jauh meningkat. Pada tahun 2017 target PAD hanya Rp. 101 milyar dengan realisasi pada saat itu baru Rp. 72,6 milyar,” ungkapnya.

Dia mengatakan, penyumbang terbesar penerimaan pajak daerah antara lain berasal dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak restoran.

Dengan rincian, PPJ yang ditarget Rp. 18,8 milyar telah terealisasi hingga akhir September sebesar Rp.13,04 milyar atau 69,07%. Pendapatan pajak restoran Rp.1,9 milyar atau 85,17% dari target Rp. 2,2 milyar.

Baca Juga:  Hujan Lebat, Kelok 6 Tertimbun Longsor

“Pajak restoran bertambah karena adanya objek baru seperti rumah makan cepat saji di Jambuaia. Serta dipengaruhi karena sudah berkurangnya kegiatan OPD yang dilaksanakan diluar wilayah Kabupaten Agam sehingga kegiatan banyak didalam dan itu mempengaruhi pajak makan minum atau restoran,” sebutnya.

Sementara pendapatan dari pajak BPHTB telah melebihi target hingga 137,49% dari Rp. 2,9 milyar terealisasi sebanyak Rp. 3,9 milyar.

Baca Juga:  APBD 2018 Agam Fokus ke Infrastruktur

“Pajak BPHTB tidak bisa diprediksi, karena penerimaannya berdasarkan tingkat frekwensi jual beli masyarakat terhadap tanah dan bangunan. Aktifitas jual beli tanah dan bangunan yang tinggi itu berada di wilayah interline seperti Banuhampu, Ampekangkek dan Tilatangkamang,” jelasnya.

Emra Suspilip menambahkan, untuk pendapatan dari hasil retribusi, yang menjadi penyumbang terbesar adalah retribusi jasa umum, terutama retribusi pelayanan kesehatan, dan retribusi pengujian kendaraan bermotor. Sementara dari lain-lain PAD yang sah penyumbang pendapatan paling banyak dari JKN dan BLUD.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top