Kaba DPRD Bukittinggi

Diisukan Mirip Mata Dajjal DPRD-Pemko Bukittinggi Klarifikasi Desain Jam Gadang

Bukittinggi, KABA12.com. Beredarnya opini masyarakat dan netizen di sejumlah media sosial tentang desain pedestrian Jam Gadang menyerupai mata dajjal, diklarifikasi pemerintah kota dan DPRD Bukittinggi.

Upaya tersebut dilakukan dengan pengecekan lapangan oleh kedua lembaga tinggi daerah itu, Rabu (03/10).

Sejak beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan beredarnya opini terkait desain pedestrian Jam Gadang Bukittinggi menyerupai mata dajjal.

Bahkan desain itu, dibanding luruskan dengan desain objek wisata di Mamuju, Sulawesi, yang diibaratkan juga seperti mata dajjal.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial, menyampaikan, ia bersama Wakil Ketua DPRD, H. Trismon, anggota DPRD Asril, Rismaidi, Dedy Moeis, Hj. Aisyah, Arnis, Syafri Syam didampingi Sekwan serta sekretariat DPRD Bukittinggi, turun ke proyek revitalisasi pedestrian Jam Gadang dalam rangka mencek serta mendorong progres pekerjaan tersebut. Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan serta klarifikasi terkait gambar perencanaan yang sedang viral itu.

“Kita ingin pekerjaan pedestrian Jam Gadang selesai sesuai target. Jangan sampai ada kendala yang menyebabkan pekerjaan tertunda dan melewati batas waktunya. Selain itu, kami pun ingin memastikan untuk meluruskan opini warga terkait kemiripan desain dengan mata dajjal itu. Ini juga akan dijelaskan dalam waktu dekat oleh SKPD terkait, makna dari desain yang telah dibuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Beny menyampaikan, setelah turun ke lokasi, disampaikan, perencanaan pedestrian Jam Gadang, mengikuti kondisi lahan dan berpusat di Jam Gadang.Ia berharap, masyarakat dapat lebih arif menanggapi sesuatu.

“Namanya musibah kapan dan dimana sjaa bisa terjadi kalau sudah kehendak Allah. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan suatu hal yang bisa membuat kita jatuh kepada syirik,” himbauya.

Wakil Ketua DPRD, H. Trismon, juga menyampaikan, bahwa kegiatan anggota dewan dalam turun ke lapangan ini, merupakan salah satu tugas salam bidang pengawasan.

“Setelah kita anggarkan tentu kita dari legislatif harus memantau pelaksanaan dari yang telah dianggarkan itu. Sehingga jangan sampai ada pekerjaan yang tidak selesai sampai batas waktu yang telah ditentukan,” jelas Trismon.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, menjelaskan, saat ini progres pekerjaan pedestrian sudah mencapi 24%. Pihaknya juga terus mendorong agar pekerjaan dapat selesai sesuai target, bahkan kalau bisa selesai sebelum target akhir Desember 2018.

“Banyak event yang akan dilaksanakan pada akhir tahun. Untuk itu kita minta personil ditambah dan percepatan pekerjaan dimaksimalkan. Karena pekerjaan sudah menggunakan sistem 2 shift,” jelas Irwandi.

Wawako juga menegaskan, gambar yang dibuat sesuai dengan perencanaan pemerintah kota dan diaesuaikan dengan struktur tanah di lokasi. Setiap perencaan tentu ada makna dan fungsinya.

“Tidak mungkin pemerintah kota membuat perencanaan untuk mengarah seperti opini yang berkembang. Selain itu, jangan melihat sesuatu itu dengan sudut pandang untuk memojokkan suatu pihak,” tegas Wawako.

(Ophik)

2 Comments

2 Comments

  1. yusuf

    3 Oktober 2018 at 16:12

    kl ndak ingin masyarakat beropini memojokkan maka beri penjelasan di media,jangan di diamkan

  2. Gitox

    4 Oktober 2018 at 18:50

    Indak ado alasan mampapanjang wakatu / marusak nan alah tarencana. Bukan syirik jiko manyangkuikkan simbol dajjal jo bancano. Lai baagamo pajako ko? Atau inyo bagian dari dajjal?!
    Bialah ndak salasai daripado sarupo.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top