Kaba Terkini

Angka Fertilias Agam Tinggi, 6.000 Anak Lahir Tiap Bulan

Lubukbasung, KABA12.com — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pengendalian Penduduk KB dan P2PA akan menjadikan nagari sebagai basis penuntasan persoalan-persoalan kependudukan dengan mengalokasikan anggaran Rp 885 juta.

Upaya tersebut akan diwujudkan lewat penguatan peran dinas Dalduk KB P2PA serta memperluas implementasi program KB.

“Itu baru anggaran dibidang pengendalian penduduk saja belum termasuk bantuan dari pusat. Dana itu terbagi dalam tiga DPA yang masing-masing sebanyak, Rp765 juta DPA1 untuk kampung KB, Rp 40 juta DPA2 dan Rp 80 juta untuk DPA3,” jelas Sekretaris Dinas Dalduk KB P2PA Agam Hendri Rusdian, didampingi Kabid Dalduk Januar di ruang kerjanya di Lubukbasung.

Baca Juga:  Konsleting Arus Listrik, Kedai Syafrizal Jadi Abu

Disebutkan saat ini, tingkat fertilitas (angka kelahiran) di Agam masih terbilang tinggi karena berada diangka 3,3 atau berada diatas rata-rata provinsi 2,7 dan nasional diangka 2,4 “jadi ada sekitar 6.000 orang anak dilahirkan dalam satu bulan di Agam,” ulasnya.

Hal itu sebutnya dipengaruhi beberapa faktor seperti, masih banyaknya usia kawin muda, alat kontrasepsi yang digunakan masih dominan jangka pendek dan faktor un meet need ( si ibu termasuk PUS, dia tidak menginginkan kehamilan tapi tidak menggunakan alat kontrasepsi sehingga hamil).

Baca Juga:  Angin Kencang, Pohon Tumbang Hantam SDN 16 Cacang Randah

“Kita mengejar fertilitas mendekati angka dua walaupun susah tapi harus dikejar, mengingat dampak kependudukan itu akan berimbas pada seluruh elemen. Baik itu lingkungan, perekonomian, lapangan pekerja dan lainnya,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, semua pihak harus menyakinkan masyarakat untuk ber KB, sehingga bisa mencapai dan menikmati target bonus demografi pada tahun 2020-2030, dimana jumlah usia angkatan kerja dengan usia 15-64 tahun mencapai 70 persen.

Baca Juga:  Baru Satu Tahun, Bukittinggi Wushu Sport Raih Prestasi

Sedangkan 30 persen penduduknya adalah berusia tidak produktif yaitu usia 14 tahun ke bawah dan di atas 65 tahun.

“Tahun 2020-2030 Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi di mana penduduk usia produktif sangat besar. Artinya dalam kurun waktu 3-13 tahun ke depan kita akan memiliki banyak sekali SDM yang tengah pada puncak usia produktif,” katanya.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top