Kaba Pemko Bukittinggi

Tidak Tebang Pilih, Mobil Dinas Digembok Tim SK4

Bukittinggi, KABA12.com — Banyaknya penilaian warga, atas tidak adilnya Tim SK4 dalam memberikan sanksi gembok ban, dibantah keras pihak terkait. Tidak hanya bantahan saja, namun juga dibuktikan dengan tindakan.

Seperti yang dilakukan di depan Gedung Cindua Mato Rumah Sakit Achmad Mucthar (RSAM), Kamis (26/07) kemarin. Satu unit mobil dinas merk Toyota Avanza plat merah BA 1541 L, digembok Tim Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi, karena parkir di tempat terlarang.

Baca Juga:  Jawab Keresahan Warga, Satpol PP Agam Gelar Operasi 8 Wanita Terjaring

Kasat Pol PP Bukittinggi, melalui Kepala Bidang Trantibmum, Syanji menjelaskan, mobil dinas plat merah itu digembok petugas karena pada saat melakukan patroli, tim SK4 melihat ada kendaraan yang parkir di depan gedung Cindua Mato RSAM Bukittinggi. Karena lokasi itu terlarang untuk parkir kendaraan, tim SK4 langsung menggemboknya.

Baca Juga:  Edison Katik Basa Pimpin PBVSI Bukittinggi

“Selain digembok petugas dari tim SK4 juga memasang stiker di kaca kendaraan itu bertuliskan, ‘Anda Parkir Ditempat Yang Salah’, dan penggembokan kendaraan yang dilakukan itu, bertujuan untuk menertibkan seluruh kendaraan yang parkir disembarangan tempat,” terangnya.

Menurut Syanji, metode penggembokan seperti ini dilakukan karena pemilik kendaraan tidak ada di lokasi. Jika pemiliknya berada di lokasi, maka akan dikenakan sanksi tilang.

Baca Juga:  Deva Mahendra : Bukittinggi Jadi Outlet ForestThree Dengan Penjualan Tertinggi di Indonesia

“Gembok tersebut dapat dilepaskan setelah pemiliknya membayar denda penertiban sebesar Rp 250 ribu sesuai dengan perda yang berlaku. Penertiban seperti itu dapat memberikan efek jera bagi seluruh masyarakat, baik sipil maupun pegawai, yang memarkirkan kendaraan di lokasi yang terlarang,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top