Kaba DPRD Agam

Jalur Alternatif Kelok 44 Mesti Jadi Prioritas

Maninjau, kaba12.com — Jalur alternative kelok 44 dari jalur Ambun Pagi-Maninjau yang sudah dirintis sebelumnya kembali menjadi topic hangat masyarakat saat kunjungan kerja anggota DPRD Agam dari daerah pemilihan (dapil) VI yang membawahi kecamatan Matur dan Tanjung Raya.

Menghangatkan masalah jalur altnertif kelok 44 tersebut, pasca musibah longsor dan pohon tumbang beberapa hari lalu, yang menyebabkan tersekatnya arus transporasti di kawasan itu, disampaikan tokoh masyarakat kepada anggota DPRD Agam yang berkunjung ke wilayah itu Jumat kemarin.

Kunker anggota DPRD Agam Dapil VI dihadiri Irfan Amran, Syaharuddin, M.Abrar, Masrel Syofa dan Nofrizal Anas itu, sengaja menampung berbagai aspirasi dan harapan masyarakat terkait dengan berbagai masalah yang berkembang beberapa waktu belakangan.

Saah satu topic hangat yang disampaikan masyarakat adalah terkait dengan tindaklanjut pembangunan jalur Ambun Pagi-Maninjau, sebagai jalur alternative penyangga ruas jalan kelok 44 yang beberapa waktu belakangan sudah sering dilanda musibah yang kerap terjadi kerusakan dan kemacetan, mengingat semakin tingginya volume arus kendaraan yang melewati ruas jalan satu-satunya tersebut.

Sebelumnya, sebut tokoh masyarakat, sudah dibangun jalur alternative, namun masih belum terlaksana dengan optimal, sehingga ruas jalan kelok 44 tetap menajdi jalur satu-satunya yang diandalkan masyarakat menuju Bukittingi dari Maninjau atau sebaliknya.

Menanggapi hal itu beberapa anggota DPRD Agam mengamini semakin mendesaknya jalur alternative pendukung kelok 44 tersebut direalisasikan.

Seperti disebutkan Masrel Syofa, jalur jalan baru Ambun Pagi-Maninjau yang sudah dibuka masyarakat tersebut, dan diharapkan bisa dibangun sebagai jalur jalan penyangga agar beban ruas jalan kelok 44 bisa dikurangi direspon positif.

Pihaknya bersama anggota DPRD Agam lainnya, memberi dukungan penuh dan akan membahas khusus masalah tersebut dengan OPD terkait di Pemkab Agam, terutama dengan DPUTR Agam, dalam rapat kerja khusus.

Diakui Masrel Syofa, melihat kondisi saat ini, karena intensitas kendaraan yang semain tinggi di kelok 44, bahkan beberapa waktu belakangan, musibah longsor dan pohon tumbang semakin sering terjadi, sehingga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat khususnya pengguna jalan.

“ Kita akan bahas khusus masalah itu dengan unsur terkait, dan sesuai aspirasi masyarakat pembukaan ruas jalan baru tersebut ditangani pemerintah kabupaten, akan dibahas khusus dalam rapat kerja, “ sebutnya.

Sementara kondisi ruas jalan kelok 44 yang termasuk salah satu kawasan rawan longsor dan pohon tumbang, beberapa waktu belakangan menjadi pembahasan serius pihak terkait, apalagi sejak Selasa lalu, longsor terjadi di ruas kelok 6, kelok 7 dan kelok 3 yang masih dalam penanganan. Termasuk di tikungan tajam kelok 5, masih dilakukan perbaikan intensif oleh pemerintah propinsi.

(Ardi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top